Pengajian TGB Batal Dilakukan

  • Ditulis oleh najamudin annaji
  • Rabu24 Apr 2013
    jam 16 : 44
  • kategoriKhazanah
  • dibaca696 x

LOMBOKita -  Rencana pengajian Tuan Guru Bajang  (TGB) Dr. H. Muhammad Zainul Majdi, MA di Yayasan SMK As-siddiqi Dusun Karang Tojang Desa Lenek Kecamatan Aikmel, Lombok Timur pada Selasa malam (23/4/2013) terpaksa dibatalkan.

Pasalnya, sebelum acara pada pukul 18.00 Wita, kendaraan yang mengantar peralatan sound system untuk pengajian TGB dihadang sejumlah massa yang mengaku sebagai simpatisan dan pendukung pasangan calon gubernur SJP-Johan.

Para warga mengaku tidak ingin melihat calon incumbent (TGB) menggelar pengajian di kampung Suryadi Jaya Purnama (SJP) yang juga salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur  Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami menghadang mobil pick up yang mengangkut peralatan sound sstem yang akan dipakai di acara tersebut. Kami sebagai masyarakat merasa dilecehkan karena tempat acaranya tidak jauh dari rumah calon Gubernur yang kami dukung (SJP),” kata warga.

Sementara pengakuan Samsul, sopir kendaran yang membawa peralatan sound system mengaku kaget karena tiba-tiba dihadang dan diserbu oleh sekelompok massa. Bahkan, dilakukan aksi penyerangan yang membuat kaca spion sebelah kiri pecah.

"Kami dihadang di simpang empat Desa Lenek. Kami khawatir terjadi gejolak yang berkepanjangan, sehingga kami tidak membalas melakukan perlawanan dan memilih kembali,” kata Samsul.

Terpisah, Ketua tim pemenangan TGB -Amin dan SUFI, H Mahsun mengatakan, sesuai rapat koordinasi beberapa minggu yang lalu, semua tim disarankan supaya menghindari setiap gejolak yang mengakibatkan terjadinya konflik yang berkepanjangan di masyarakat.

“Siapapun dukungan kita, silahkan masyarakat yang menilai pilihannya,” kata H Mahsun.

H. Mahsun berharap agar seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta kerugukunan meski berada pada perbedaan politik dan pilihan.

“Jangan sampai kita terkecoh dengan hal-hal yang merugikan. Sebagai muslim, mari kita saling menjaga kerukunan, ketentraman dan kedamaian agar proses pemilukada di daerah ini bisa terlaksana dengan lancar,” harap H. Mahsun. (ari)