KLU Gandeng Investor Korsel Atasi Kekurangan Listrik

Kebutuhan Listrik KLU sekitar 12 hingga 14 MW, baru terpenuhi sebanyak 7 MW

274
kali tampilan.
Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin (tengah) saat berada di perusahaan Korea Selatan
Loading...

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menegaskan menyambut baik terhadap keberadaan seluruh investor yang ada di daerah ini selama berkeinginan baik membantu melakukan pembangunan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin saat menggelar jumpa pers bersama seluruh awak media di daerah Dayan Gunung itu usai melakukan lawatan ke Korea Selatan dari tanggal 15 sampai 19 Januari 2018.

Dalam gelaran jumpa pers di Press Room Bagian Humas dan Protokol Kantor Bupati itu, Sarifuddin menjelaskan, kunjungan ke Korea Selatan untuk memenuhi undangan dari Asosiasi Perusahaan Korea Selatan.

“Kunjungan yang kami lakukan itu sebagai bentuk kesungguhan kita, dan welcome kita terhadap para investor yang ada di daerah ini,” kata Wakil Bupati Sarifuddin didampingi Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan Lalu Majemuk, Rabu (23/1/2018).

Wabup juga menyatakan, rombongan dari Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan saat itu berjumlah 18 orang, diantaranya Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Walikota Banjarmasin dan utusan dari Kabupaten Tanah Bumbu.

Loading...

“Tujuan utama dari lawatan untuk membuka ruang kerjasama investor Korsel bisa berinvestasi di KLU dan mengajak mereka untuk mengembangkan usaha terkait kebutuhan daerah, terutama dalam hal listrik yang baru terpenuhi 7 Mega Watt, sementara kebutuhan kita di KLU sekitar 12 hingga 14 Mega Watt,” jelas Wakil Bupati.

Wabup juga menambahkan, pertengahan Februari mendatang, sebanyak enam perusahaan Korsel akan berkunjung ke Lombok Utara untuk meninjau lokasi dan melakukan MoU pengembangan bio solar sebagai salah satu sumber energi listrik di daerah ini.

“Kerja sama seperti ini tidak menutup kemungkinan dengan negara lain, tetapi yang memotivasi KLU memilih Korsel, melihat dari keseriusan pemerintah Korsel dua kali mengirim undangan, dan undangan yang kedua kita baru bisa berangkat,” ujar Wabup.

Perusahaan Korsel, kata Wakil Bupati, berencana mendirikan pabrik di KLU dengan produk bermerk Indonesia dan pekerjanya dari Indonesia yang bergerak pada bidang bio solar, melalui kemudahan perizinan dan peraturan teknis lainnya.

Saat berada di Korea Selatan, katanya, Wakil Bupati melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan BUM IL Electric Co Ltd bidang Solar Power Sistem, Donghae Machinery Co Ltd (power plan, oil refining, gas plan), Korean Ocean Tech Co Ltd (Harbor Project, Chip Building Project, Power Generation, Gas Contruction Project), pabrik KSB Co Ltd dan pabrik LINO Co Ltd (LED Lighting, Automated Brightness Control System, dan Lighting Control).

Wakil Bupati bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi enam pabrik perusahaan di Korea Selatan, diantaranya, pabrik LED Hanla, Ocean Tech dan pabrik Dong Hea Mesin. Dilanjutkan ke pabrik LED KSB, pabrik lampu terbesar di Korea Selatan.

Sementara itu, dalam paparan Kabag APP Setda KLU Lalu Majemuk, keindahan pesona alam tiga Gili dan Geopark Rinjani serta banyaknya air terjun eksotik untuk menunjang destinasi wisata yang ada, sehingga membutuhkan partisipasi serta kerjasama dari perusahaan yang ada di Korsel.

“Kebutuhan infrastruktur penerangan jalan umum dan dermaga di Lombok Utara juga sangat membutuhkan energy listrik yang lebih banyak lagi,” kata Lalu Majemuk. (nan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.