KNPI: Pemkab Lombok Tengah Sengaja Benturkan Pemuda

474
kali tampilan.
Sejumlah pengurus DPD KNPI Lombok Tengah saat menggelar jumpa pers di Praya, Selasa (19/9/2017)
Loading...

LOMBOKita – Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meminta pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah tidak lagi membenturkan pemuda di daerah ini.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah pengurus KNPI saat jumpa pers di Kota Praya, Selasa (19/9/2017).

Wakil Bendahara DPD KNPI Kabupaten Lombok Tengah, Debby Manggarai pada kesempatan itu menegaskan, sikap pemerintah daerah yang mengundang KNPI menghadiri rapat persiapan perayaan Hari Ulang Tahun Lombok Tengah ke-72 hari ini (Selasa) merupakan bentuk provokasi pemerintah daerah untuk membenturkan pemuda. Sebab, ada pihak lain yang mengenakan “baju” KNPI juga hadir pada saat itu.

“Saya terpaksa keluar dari ruangan rapat. Sebab, menurut penjelasan pemerintah daerah mengudang kedua kubu KNPI. Kok pemerintah daerah Lombok Tengah masih menganggap KNPI ini dualisme sih?,” beber Deby Manggarai yang juga kerap dipanggil Amaq Ketujur ini.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya tidak lagi menganggap KNPI itu masih dualisme. Karena dari pepemerintah pusat sudah mengakui bahwa KNPI itu hanya satu, yakni yang diketuai oleh Muhammad Rifai Darus alias MRD.

“Menpora Imam Nahrawi sendiri yang menyerahkan kunci Sekretariat KNPI Pusat kepada Bung MRD sebagai bentuk pengakuan kepengurusan yang sah. Kok di Lombok Tengah masih anggap dualisme? Kan ini lucu dan aneh,” tandas Amaq Ketujur.

Hal senada diungkapkan Wakil Sekretaris DPD KNPI Lombok Tengah M. Juaini. Menurutnya, pengurus pusat telah mengirimkan tembusan kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia terkait kepengurusan sah KNPI, termasuk surat permakluman kepada Badan Kesbangpoldagri Kabupaten Lombok Tengah.

“Saya belum faham, apakah pemerintah daerah ini tidak tahu atau pura-pura bodoh,” cetus M. Juaini.

Juaini menjelaskan, pemerintah pusat sudah mengakui kepengurusan KNPI dibawah komando MRD sebagai Ketua Umum dan menganggap tidak ada lagi kepengurusan lembaga yang mengatasnakan diri sebagai KNPI. “Coba buka mata-lah, akses informasi juga melalui situs resmi Kemenpora, pasti ada dijelaskan disana terkait legalitas KNPI ini. Masak kami juga yang menjelaskannya lagi?,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, lanjut M. Juaini, harus mengingat sejarah dan sadar bahwa perayaan HUT Lombok Tengah yang dirayakan setiap tahun ini merupakan jasa para pemuda di daerah ini. Karena itu, dia berharap jangan lagi ada upaya untuk membenturkan antarpemuda.

“Kami para pemuda Lombok Tengah merupakan kalangan intelek yang siap membangun daerah ini,” ulang Juaini berkali-kali.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muslim NTB Dian Sandi Utama, sebagai salah satu OKP Kepemudaan di Lombok Tengah menambahkan, pemerintah daerah jangan lagi merasa terbebani untuk mengakui mana yang legal dan tidak legal.

“Ikuti saja aturan dari pusat. Logikanya begini. Menpora Imam Nahrawi menyerahkan kunci Sekretariat KNPI kepada Ketua Umum MRD, berarti oleh pemerintah yang diakui secara formal menggunakan nama KNPI adalah yang dibawah komando MRD, kalau di Lombok Tengah diketuai oleh Bung Samsul Qomar,” ucap Dian Sandi Utama.

Dian Sandi Utama bahkan meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan kepada kalangan pemuda di daerah ini, entah dalam wadah KNPI atau pun tidak untuk ikut membangun daerah Tastura ini.

“Untuk sekedar jadi penyelenggara acara, kami kira kalangan pemuda masih mampu. Tidak perlu repot-repot membuat event organizer berseragam ASN,” tegas Dian Sandi Utama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.