Komisi A DPRD Gunung Kidul Kunjungan Kerja ke Lombok Tengah

128
kali tampilan.
Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Gunung Kidul saat diterima di ruang rapat utama Kantor Bupati Lombok Tengah, NTB, Selasa (25/6/2019)
- Advertisement -

LOMBOKita – Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Gunung Kidul melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa (25/6/2019).

Kunjungan kerja yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Gunung Kidul Demas Kursiswanto itu diterima di ruang rapat utama Kantor Bupati Lombok Tengah oleh Asisten I H. Lalu Moh. Amin, Ketua KPUD Ahmad Fuad Fakhruddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Jalaluddin beserta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Menurut Demas Kursiswanto selaku pimpinan rombongan, kunjungan ke Kabupaten Lombok Tengah itu untuk bersilaturrahmi dan bertukar pikiran terkait persiapan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 dan pemilihan Kepala Desa yang akan dihelat pada 24-27 Juni mendatang.

“Kami ingin mengetahui bagaimana kiat-kiat dan persiapan lebih mendalam terkait pelaksanaan Pilkada serentak dan Pilkades di Gunung Kidul yang sebentar lagi dilaksanakan,” kata Demas Kursiswanto mengawali pemaparannya.

Loading...

Para peserta kunjungan lainnya juga menananyakan bagaimana caranya para penyelenggara Pemilu bersama pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mencegah praktik politik uang yang kerap mewarnai kontestasi Pemilukada di Gunung Kidul.

Termasuk bagaimana menekan kalangan Aparatur Sipil Negara terlibat politik praktis serta mewaspadai munculnya pemilih ganda.

Asisten I Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Moh. Amin menjelaskan, secara umum pelaksanaan Pilkada di daerah ini berjalan aman dan lancar.

“Kita melaksanakan seluruh tahapan yang telah ditetapkan sehingga persoalan pasca Pilkada nyaris tidak ada,” kata Lalu Moh. Amin.

Adanya pemilih tambahan di Lombok Tengah, kata Lalu Moh. Amin, kebanyakan dari pemilih pemula dan pendatang baru akibat adanya perkawinan yang diambil dari luar daerah.

“Secara rinci terkait proses tahapan Pilkada itu dilakukan oleh KPU selaku penyelenggara,” tandas Lalu Moh. Amin.

Sementara terkait pelaksanaan pemilihan Kepala Desa, dijelaskan Kepala Dinas PMD Kabupaten Lombok Tengah, Jalaluddin. Menurutnya, pelaksanaan Pilkades juga melalui beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum penetapan calon Kepala Desa.

Jalaluddin mengungkapkan, bagi masyarakat yang ingin maju menjadi calon Kepala Desa harus memenuhi syarat dukungan minimal 12 persen dari seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada di desa tersebut.

“Aturan ini sudah disepakati bersama legislatif dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Sehingga, siapapun yang ingin maju menjadi calon harus memenuhi persyaratan itu yang dibuktikan dengan salinan KTP,” beber Jalaluddin.

Dan aturan itu, kata Jalaluddin, baru diterapkan di Lombok Tengah.

“Logikanya, seseorang yang akan menjadi Kepala Desa harus mendapat dukungan dari masyarakat,” katanya.

Masalah yang masih dihadapi di Lombok Tengah, menurutnya, menyangkut sah tidak sah surat suara tercoblos ganda meski dalam posisi simetris. “Dan itu kami kira masalah terberat. Ke depan kami akan lakukan perbaikan,” kata Jalaluddin.

Terkait adanya aturan yang membolehkan orang luar desa menjadi calon kepala desa, kata Jalaluddin, belum ada di Lombok Tengah. Hanya saja, ada calon Kepala Desa yang tinggal di luar daerah yang sebenarnya berasal dari desa tersebut.

“Asalnya memang dari desa yang melaksanakan Pilkades, hanya saja tinggal di Mataram dan pulang mencalonkan diri. Dan terpilih menjadi Kepala Desa,” ujarnya.

Dukungan 12 persen atau pola calon peseorangan (independen) yang dibuktikan dengan salinan KTP itu, lanjut Jalaluddin, kemudian akan diverifikasi secara faktual oleh petugas.

Untuk biaya penyelenggaraan 16 Pilkades serentak, katanya, dianggarkan sebesar Rp 1,5 miliar. Disusul Pilkades 96 desa dengan anggaran hampir Rp 5 miliar.

“Seluruh tahapan Pilkades menjadi tanggung jawab penuh panitia penyelenggara, Dinas PMD hanya mengawasi,” kata Jalaluddin.

Komentar Facebook

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.