Komisi II dan IV DPRD Badung Kunjungi Lombok Utara

35
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Wakil Bupati Lombok Utara H. Sarifudin menerima kunjungan kerja rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Provinsi Bali di Aula Sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Utara (Rabu 11/9/2019).

Hadir mendampingi Wakil Bupati dalam penyambutan kedatangan rombongan DPRD Badung yang dipimpin I Made Sumerta dan I Nyoman Dirgayusa itu diantaranya Asisten I Setda KLU Kawit Sasmita, Kepala OPD, serta stakeholder terkaitnya lainnya.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Lombok Utara H. Sarifudin menyampaikan selamat datang kepada ketua Komisi II dan ketua Komisi IV beserta rombongan dalam rangka study komparasi di Lombok Utara.

Dalam kunjungan ini, Sarifudin memaparkan deskripsi umum Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Menurutnya, KLU merupakan kabupaten baru dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terbentuk berdasarkan UU nomor 26 tahun 2008 tanggal 24 Juni 2008 dan disahkan secara resmi pada 21 Juli 2008 sehingga tanggal 21 bulan bersangkutan ditetapkan sebagai hari ulang tahun KLU.

Secara administratif KLU terdiri dari 5 (lima) kecamatan, yaitu Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung dan Pemenang dengan jumlah penduduk 240 ribu jiwa serta tingkat populasi lebih dari 20 persen. Adapun jumlah desanya sebanyak 33 desa definitif dan 10 desa pemekaran dengan 270 dusun.

“Kabupaten kami terdiri 5 kecamatan, 33 desa ditambah 10 desa baru. Sedangkan jumlah dusun di KLU sebanyak 270 dusun,” urai Sarif.

Batas-batas wilayah KLU diantaranya sebelah utara berbatasan dengan laut jawa, sebelah barat Selat Lombok, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, serta sebalah timur berbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur.

Pendaparan asli daerah (PAD) KLU, tambah Sarif, sebesar 200 Miliar dengan sumber PAD terbesar dari sektor pariwisata dengan APBD sebesar 1 triliun rupiah lebih.

“Potensi daerah kami ada pariwisata, perdagangan, pertanian dan perikanan. Di KLU tidak ada industri,” terangnya.

Wabup yang biasa disapa H. Sarif ini juga memaparkan kondisi terkini KLU yang lebih baik dari setahun lalu. Mengacu data terbaru BPBD KLU, tutur Sarif, dari sejumlah 54 ribu rumah warga yang rusak berat dan hampir 70 ribu rusak sedang dan rusak ringan hingga saat ini ada sebanyak 50 persen tengah dalam proses pembangunan.

“Alhamdulillah, kondisi kami sampai hari ini lebih baik ketimbang setahun lalu. Dari 54.000 rumah rusak berat dan hampir 70.000 rusak ringan dan rusak sedang. Menurut data BPBD sampai saat ini sudah 50 persen sedang proses pembangunannya. Rumah yang sudah jadi 100 persen ada sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhannya. Sisanya sedang berproses,” papar politisi Gerindra ini.

Dalam pada itu, Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta dalam sambutannya menyampaikan maksud kunjungan sembari turut perihatin atas bencana yang menimpa KLU.

Pascagempa pihaknya melihat bangunan-bangunan di KLU rata dengan tanah dari Pemenang sampai Tanjung, dan beberapa diantaranya sedang on progres. Rombongan kunjungan kerja, sambung Sumerta, juga ingin mengetahui sejauh mana peran Pemkab Lombok Utara dalam menangani pembangunan pada fase rehab rekon ini. Mengingat pemerintah pusat sangat intens turun terutama terkait dengan pembangunan rumah tahan gempa (RTG). Dengan kondisi serba sulit ditambah bangunaan yang tidak ada, rombongan DPRD Badung juga ingin mengetahui peran pemerintah setempat dalam memulihkan pendidikan sehingga proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu dan tertinggal. Merunut pada amanat UU, di mana 20 persen dana APBN untuk pendidikan.

“Pada kesempatan ini kami dari komisi IV menyanpaikan maksud terkait dengan kedatangan kami kesini. Kami menyampaikan rasa turut prihatin atas bencana yang menimpa KLU. Pascagempa kami melihat bangunan yang sama rata dengan tanah dari ujung barat sampai di sini dan diantaranya yang masih on progres. Kami ingin mengetahui untuk bekal kami pulang sampai sejauh mana peran Pemda KLU karena pemerintah pusat sangat intens dan juga dengan rumah tahan gempa (RTG). Begitu pula pada aspek pendidikan. Dengan kondiisi yang sulit dan bangunaan tidak ada bagaimana peran pemerintah di sini mendorong proses belajar mengajar agar tidak terganggu dan tertinggal,” beber Sumerta.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil Bupati Sarifudin mengingat di sela-sela kesibukan masih menyempatkan diri menyambut kedatangan dan bertatap muka secara langsung pihaknya.

“Kami dari komisi II datang ke Lombok Utara ini tidak lain untuk mengadakan study komparasi tentang pariwisata. Sedangkan komisi IV ingin menggali terkait aspek sosial dan kesehatan”, ungkapnya.

Ditambahkannya, KLU mempunyai Gili Trawangan yang berpantai sangat indah. Pihaknya berdecak kagum dengan keindahan destinasi Lombok Utara tersebut seperti pasir yang berkilau hingga ramah lingkungan lantaran jauh dari polusi.

“Kami belum punya pantai yang sebaik Gili Trawangan. Selain jauh dari polusi juga pasirnya berkilau. Itulah yang kami ingin pelajari disini, karena ke depannya jualan pariwisata yang laku adalah no polution,” tutup Dirgayusa.

Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian cendramata dari Wabup dan ke rombongan DPRD Kabupaten Badung dan diakhiri dengan foto bersama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.