Komisi III Tinjau Pembangunan Dermaga Apung

64
kali tampilan.

LOMBOKita – Komisi III DPRD Lombok Tengah meninjau pembangunan dua dermaga apung yang ada di daerah ini, yakni di Selong Belanak dan Kuta kecamatan Pujut.

Tinjauan dalam agenda Monitoring dan Evaluasi Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Tengah ini dipimpin Ketua Komisi H. Mayuki, Rabu (21/3/2018).

Para anggota dewan yang membidangi infrastruktur itu menemukan adanya kejanggalan pembangunan dermaga apung di Selong Benalak. Hampir seluruh gelang-gelang pengait tiang dermaga terlepas dari tiang. Beda halnya dengan di Kuta semuanya masih ada.

Mayuki mengaku sangat kecewa dengan pengerjaan demaga apung tersebut, akibat gelang-gelang pengait tiang dermaga terlepas dari tiang.

“Gelang-gelang itu terlepas dari tiang karena tiang dermaga tidak terpasang dengan baik,” kata politisi PPP Lombok Tengah ini.

Mayuki menggap, pembangunan dermaga apung di Selong Belanak itu mengalami kerusakan parah. Sebab, saat rombongannya mencoba menaiki dermaga itu, terombang-ambing oleh ombak. “Bagaimana bisa difungsikan kalau kondisinya begini,” kata anggota dewan asal Dapil Praya-Praya Tengah itu.

Padahal, kata Mayuki, laporan dermaga tersebut pengerjaan sudah 100 persen. Tapi bila dilihat seperti pengerjaan baru 50 persen. “Biaya pemeliharaannya masih tinggal 5 persen. Tapi saya pisimis akan bisa bagus,” katanya.

Namun dibanging dengan dermaga apung Kuta, Mayuki menganggapnya lebih baik, karena gelang-gelang pengait masih utuh. Meski pengerjaan baru 85 persen, tetapi sudah bisa dimanfaatkan.

Dermaga apung Kuta, menurut Mayuki, hampir rampung. Hanya belum selesai dicat dan penyesuaian gelang-gelang yang belum seimbang.

Diketahui, dua proyek dermaga apung ini bersumber dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) tahun anggaran 2017. Pagu anggaran kedua proyek ini senilai Rp 7,2 miliar. Terdiri dari Rp 4,6 miliar untuk pembangunan darmaga apung Kuta, dan Rp 2,7 miliar untuk pembangunan dermaga di Selong Belanak.

Untuk dermaga Selong Belanak sendiri dikerjakan CV Anugrah Mataram. Sedangkan dermaga apung Kuta dikerjakan CV Cintra Cahaya Jakarta.

Salah seorang warga kampung nelayan Desa Kuta Kecamatan Pujut yang dimintai keterangannya berharap pembangunan dermaga itu segera rampung dan difungsikan untuk memudahkan masyarakat setempat mengais rejeki.

“Mudah-mudahan saja cepat selesai dan bisa difungsikan,’ harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.