Inisiatif Waste to Wealth Konjen Autralia - Unram

LOMBOKita – Konsulat-Jenderal Australia sebagai sponsor inisiatif Waste to Wealth, menyelenggarakan acara yang berlangsung selama seminggu dengan diadakannya aktivitas sejak tanggal 2 – 7 Juni 2018 untuk mempromosikan praktik wisata ramah lingkungan di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di Bali, acara utama adalah sebuah seminar yang diadakan bertepatan dengan Hari Lingkungan Sedunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa, 5 Juni 2018 di Alila Seminyak.

Di Lombok, inisiatif Waste to Wealth dimulai pada tanggal 6 Juni 2018 dengan dilakukannya peninjauan secara langsung ke Selong Selo Resorts di Lombok Selatan.

Peninjauan secara langsung ini menunjukan adanya kerjasama dan keterlibatan yang menberikan dampak positif terhadap resort wisata internasional yang bekerjasama dengan komunitas lokal untuk menyelesaikan isu yang berkaitan dengan sampah.

Peninjauan lapangan secara langsung di Bali juga dihadiri oleh beberapa tamu pembicara, termasuk seniman lingkungan Australia yang terkenal secara international Dr John Dahlsen; Mr Nigel Grier, Direktur Pelaksana, Integrative Design dan Project Management and Zero Waste to Landfill Project Manager; dan Dr Martin Anda, Ketua Akademik Teknik Lingkungan, Universitas Murdoch.

Dan juga acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Pariwisata NTB, dosen dari Universitas Mataram (Unram), dan Australian Alumni cabang NTB, perwakilan komunitas lokal, organisasi non-profit dan media NTB.

Pada 7 Juni 2018, inisiasi seminar mengenai Finding Solutions dilakukann di Unram. Beberapa tamu pembicara dari Australia seperti Dr Dahlsen, dan Dr Anda menunjukan penelitian dan hasil kerja mereka dalam hal managemen limbah.

Pembicara lain yang ikut ambil andil diantaranya Indra Wardhani, salah satu alumni penerima beasiswa dari Australia yang fokus terhadap keberlangsungan pariwisata, dan juga dosen yang ahli dalam bidang pariwisata di Unram; turut hadir Dr Siswandi, Dr Akhmad Saufi dan Dr Tri Tejowulan.

Seminar ini juga dihadiri lebih dari 80 orang termasuk perwakilan dari organisasi non-profit, sukarelawan Australia dan juga mahasiswa serta para dosen dari Universitas Mataram.

Pada saat pembukaan, Konsuler Drew Boekel dari Konsulat-Jenderal Australia mengatakan, ‘saya berharap acara ini dapat membangkitkan ide-ide baru dan kreatifitas berfikir, serta pertukaran ide ini dapat membangun hubungan dalam memerangi atau mengurangi sampah’.

Wakil rector dari Unram, Prof Suwardji turut hadir dan berpesan, “kita harus berjuang untuk mengurangi dampak pada pulau kita yang indah dan pada akhirnya untuk mengurangi dampak merusak dari bahan limbah pada lingkungan alam”.

‘Saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Mataram dan para partisipan dalam menunjukan keinginanny dalam acara ini dan terima kasih juga kepada seluruh tamu pembicara, sponsor yang telah banyak memberikan kontribusi’, – disampikan oleh Konsuler Boekel.