Kota Mataram akan Berangus APK Tak Beraturan

Ilustrasi alat peraga kampanye yang dipasang sembarangan

LOMBOKita – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, bersiap membentuk tim penertiban alat peraga kampanye seiring dimulainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah 2018.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbagpol) Kota Mataram H Rudy Suryawan di Mataram, Selasa, mengatakan pembentukan tim penertiban alat peraga kampanye (APK) dilaksanakan pada Januari 2018.

“Tahun ini anggaran untuk mendukung pilkada hanya untuk sosialisasi pemilih pemula, sementara anggaran pembentukan tim penertiban APK masuk pada 2018,” katanya.

Menurutnya, pembentukan tim penertiban APK di bulan Januari tidak terkesan terlambat, sebab tahapan pilkada pada Januari baru masuk pada pendaftaran pasangan calon.

Setelah itu, dilaksanakan penetapan pasangan calon serta pencabutan nomor urut pasangan calon dalam pelaksanakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

“Biasanya, setelah pencabutan nomor urut pasangan calon inilah, APK akan marak sehingga perlu langkah tegas dari tim penertiban APK,” katanya.

Dikatakan, tim penertiban APK nantinya akan berasal dari berbagai unsur termasuk dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panwaslu, Satpol PP, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta lainnya.

“Harapannya, dengan adanya tim penertiban APK, kita bisa tetap mempertahankan keindahan kota dengan pemasangan APK sesuai aturan,” ujarnya.

Menyinggung tentang maraknya sejumlah pasangan bakal calon yang memasang baliho dan sejenisnya di sejumlah sudut kota, Rudy mengakui untuk saat ini hal itu masih menjadi ranah Dinas Perkim.

“Selama belum masuk tahapan pilkada dan tebentuknya tim penertiban APK, kami belum bisa berbuat apa-apa terhadap baliho bakal calon yang ada dan itu masih menjadi ranah Dinas Perkim,” katanya.

Lebih jauh terkait dengan sosialisasi pilkada, Bakesbangpol telah melaksanakan dengan menyasar para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta pemilih pemula untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih sekaligus menekan angka golongan putih (golput).

Komentar Anda