Kota Mataram Berlakukan Jam Malam, Pasca Satu PDP Corona Meninggal

189
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberlakukan jam malam mulai Sabtu (28/3/2020), sebagai upaya pencegahan Covid-19 di wilayah setempat.

Jam malam diberlakukan menyusul meninggalnya satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Kota Mataram, Jumat (27/3/2020) siang.

Pasien atas nama Jamanik, 55 tahun adalah warga di lingkungan Gapuk, Dasan Agung Kota Mataram, meninggal dengan status PDP, menunggu hasil Swab laboratorium yang belum keluar.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel
Adapun kebijakan Pemkot Mataram memberlakukan jam malam, mulai pukul 22.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita untuk area publik. Berupa mematikan lampu di jalan-jalan utama Kota Mataram.

Pemberlakuan jam malam ini adalah salah satu poin, hasil dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Non Alam Corona Virus Desease (Covid-19) Kota Mataram, Sabtu (28/3), di Kantor Wali Kota Mataram.

Loading...

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Bayu Pancapati A dikonfirmasi usai rapat menegaskan, untuk pemilik usaha dan tempat-tempat hiburan agar bisa bekerja sama menutup tempat usahanya. Mengjngat penyebaran Covid-19 sudah marak di wilayah kota Mataram.

“Kita minta kerjasamanya pada para pengusaha untuk menutup usahanya. Baik berupa live music, karaoke, game center seperti warnet, playstation dan tempat-tempat sejenisnya. Mengingat penyebaran Covid-19 sudah marak di Kota Mataram,” tegas Bayu Pancapati.

Selain itu juga diberlakukan pembatasan waktu keluar rumah bagi warga Kota Mataram, sejak Sabtu tanggal 28 Maret, mulai pukul 22.00 Wita sampai dengan pukul 06.00 Wita.

“Pemberlakuan jam malam ini ditandai dengan pemadaman lampu di sepanjang jalan protokol, Lapangan Umum Sangkareang, Taman Selagalas, dan Taman Pantai Ampenan,” tegasnya. Namun pemberlakuan jam malam ini kata Panca, bisa menyesuaikan.

“Kita belum memperlakukan jam malam, hanya pembatasan agar tidak keluar rumah bila tidak perlu. Kalau bekerja silahkan, tentunya sudah ada protokol dari perusahaan,” imbuh Panca.

Larangan berkumpul di tempat umum juga diberlakukan, karena bisa memicu percepatan penyebaran Covid-19. Bekerjasama dengan TNI dan Polri, Pol PP Kota Mataram lanjut Panca, akan menutup dan menindak tegas tempat hiburan yang membandel.

Point lain hasil rapat koordinasi ini, himbauan untuk meniadakan shalat Jumat sementara waktu, akan dikaji lebih dalam lagi, untuk kemudian diputuskan beberapa hari ke depan.

Poin berikutnya adalah Pemerintah Kota Mataram menyiapkan Wisma Nusantara sebagai tempat penampungan cek kesehatan bagi pendatang di Kota Mataram. Dan poin lain tak kalah penting diambil sebagai kebijakan oleh Pemkot Mataram, adalah penyemprotan desinfektan di setiap kelurahan dan lingkungan dimulai , Senin (30/3).

Hadir pada rapat koordinasi ini Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, perwakilan Polresta Mataram, Muhammad, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, Sekretaris Kota Mataram H Effendy Eko Saswito, beserta Satuan GugusnTugas Percepatan Bencana Non Alam Corona Virus Desease (Covid-19) Kota Mataram.

Untuk kota Mataram, laporan terakhir, Sabtu (28/3) jumlah Orang Dalam Pengawasan 119 orang, Lombok Barat 67, Lombok Tengah 18, Lombok Utara 93, Lombok Timur 156, Sumbawa Barat 55, Kabupaten Sumbawa 71, Dompu 48, Kabupaten Bima 78, Kota Bima 47, dan WNA 12 kasus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.