Kota Mataram Kekurangan Guru PNS

63
kali tampilan.
pelajar sekolah / foto:kiatsuksesunas

LOMBOKita – Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenom menyebutkan hingga saat ini Mataram masih kekurangan ratusan guru, baik untuk guru kelas maupun guru mata pelajaran.

“Sampai sekarang, kami kekurangan tenaga guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) lebih dari 300 orang,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggar Barat, Selasa.

Jumlah guru berstatus PNS saat ini sekitar 1.923 orang dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)

“Idealnya, kita memiliki sekitar 2.300 orang guru berstatus PNS, belum lagi guru yang setiap tahunnya masuk masa pensiun dan ada juga yang meninggal,” katanya.

Kebutuhan guru, katanya, memang tidak akan pernah cukup mengingat ketersediaan guru yang relatif tetap. Misalnya, ada 10 guru yang sudah diangkat menjadi PNS tapi ada 10 orang juga guru yang masuk masa pensiun sehingga jumlahnya tetap.

Dikatakan, untuk memenuhi kekurangan tenaga guru pada semua tingkatan pendidikan tersebut, setiap sekolah merekrut guru tidak tetap (GTT), dan guru honorer yang digaji dari bantuan operasional sekolah (BOS) dan APBD Kota Mataram.

“Keberadaan GTT ini sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan guru baik untuk guru kelas maupun guru mata pelajaran,” katanya.

Menyinggung tentang adanya usulan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang didominasi tenaga guru yakni sebanyak 126, Sudenom sangat berharap usulan tersebut bisa terakomodasi sepenunya agar kebutuhan guru dapat segera terpenuhi secara bertahap.

“Semoga saja, usulan formasi untuk guru tahun ini bisa terpenuhi guna memenuhi kebutuhan guru sekaligus mengurangi beban pemerintah daerah,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito sebelumnya mengatakan, pemerintah kota telah mengajukan formasi CPNS 2018 sebanyak 250.

Dari jumlah formasi yang diusulkan itu didominasi untuk kebutuhan tenaga pendidik sebanyak 126 formasi.

“Sisanya masing-masing 62 formasi untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika melihat angka kebutuhan riil jumlah formasi yang diusulkan itu masih jauh dari jumlah formasi lowong di kota ini yakni sebanyak 950 orang.

Belum lagi termasuk proyeksi PNS yang mencapai batas usia pensiun sampai dengan Desember 2018 tercatat sebanyak 219 orang. Karenanya, dengan adanya kesempataan rencana perekrutan CPNS tahun 2018, pemerintah kota mencoba mengusulkan 250 formasi untuk memenuhi kekurangan tersebut.

“Harapannya, formasi yang diusulkan itu bisa terakomodasi semuanya, sehingga kekurangan CPNS bisa terpenuhi secara bertahap,” katanya.