Kota Mataram Ubah Lapak Bernyanyi jadi Tempat Mengaji

147
kali tampilan.
Car Free Day Udayana Mataram/Foto: sangpencarijalan

LOMBOKita – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membangun mushalla di Taman Udayana dengan menggeser lapak “karaoke” di kawasan tersebut.

“Musala yang kita bangun ini menjadi mushalla kedua di Taman Udayanan, untuk mendekatkan masyarakat yang sedang berada di taman bagian ujung utara,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Senin.

Kemal mengakui, untuk membangun mushalla tersebut pihaknya menggeser empat lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini membuka usaha “karaoke”.

Pasalnya, selama ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin pemanfaatan lapak PKL menjadi tempat “karaoke”, meskipun secara terbuka, karena hal itu dapat menyalahi ketantuan pemanfaatan lapak.

“Jadi empat PKL sudah kita minta pindah dan mencari lapak lain. Sementara lokasi mereka kini kita jadikan sebagai tempat mengaji bukan bernyanyi,” katanya.

Menurutnya, ukuran bangunan inti mushalla ini sekitar 10 x 10 meter, tapi lahan yang disiapkan seluas lima are sehingga menjadi musala terluas diantara musala taman-taman aktif lainnya di kota itu.

Ke depan, musala tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagaman, terutama pada malam Jumat dimana semua PKL di Udayana tidak diizinkan berjualan.

“Kami berharap pada malam Jumat, mushalla ini dimanfaatkan untuk kegiatan yasinan dan bisa juga menjadi tempat belajar Al Aqur’an,” katanya.

Lebih jauh Kemal mengatakan, pembangunan mushalla di bagian ujung utara merupakan masukan dari PKL dan pengunjung sebab Jalan Udayanan dengan panjang sekitar dua kilometer itu hanya memiliki satu musala di tengah bagian barat.

Sementara, pengunjung dan pedagang yang berada di Taman Udayana ujung utara mereka harus berjalan jauh ketika kendak ke musala. Karena itulah, pembangunan mushalla ini dinilai perlu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menyinggung tentang anggaran pembangunan, Kemal, mengatakan pembangunan mushalla tersebut merupakan kerja sama dengan pihak ketiga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.