Ilustrasi pemilih disabilitas di bilik suara

LOMBOKita – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Barat, NTB, tidak menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus saat pemilihan bupati dan gubernur pada 2018.

“Tidak ada TPS khusus karena tidak diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Pemutakhiran Data Pemilih,” kata Kepala Divisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat Suhardi ketika dihubungi dari Mataram, Rabu.

Ia mengatakan warga yang dirawat di rumah sakit dan terdaftar sebagai pemilih tetap bisa menyalurkan hak suaranya melalui TPS terdekat dengan membawa surat perintah memilih atau dokumen A5.

Begitu juga dengan warga yang berada dalam sel tahanan Polres Lombok Barat bisa memberikan hak suaranya ke TPS terdekat dengan pengawalan polisi dan pengawasan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Bagi warga yang menjadi tahanan polisi bisa memilih di TPS terdekat di Kecamatan Lembar,” ujarnya.

KPU Lombok Barat akan membentuk sebanyak 498 TPS yang tersebar di 123 desa dan tiga kelurahan di enam kecamatan. Masing-masing desa/kelurahan ada tiga TPS.

Untuk memperlancar pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, kata Suhardi, pihaknya juga sudah merekrut sebanyak 50 anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan 366 anggota panitia pemungutan suara (PPS) yang berasal dari 10 kecamatan setempat.

“Kami sudah melantik dan mengambil sumpah seluruh PPS dan PPK agar menjaga netralitas sebagai penyelenggara pilkada,” ujarnya.

Pilkada serentak pada 2018 akan digelar di 171 daerah. Khusus di NTB, akan digelar pilkada calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB secara serentak atau bersamaan dengan pilkada calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, serta Wali Kota Wakil Wali Kota Bima.

Adapun pemungutan dan penghitungan suara pilkada serentak akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018, sedangkan rekapitulasi akan dilaksanakan pada 28 Juni 2018.

Komentar Anda