Adyan, koordinator lapangan PT KTS.

LOMBOKita – Penanaman bibit bawang putih yang dilakukan salah seorang importir bawang putih PT Karya Tani Sejahtera (KTS) yang diisukan gagal panen, kini dapat bantahan.

“Sangat disayangkan dengan isu bibit bawang putih yang kami impor dikatakan gagal panen,” ungkap Adyan koordinator lapangan PT KTS.

Menurut Adyan, petani penerima bibit itu hampir 70 persen berhasil panen dengan baik, 10 persen lainnya belum panen, dan yang gagal panen hanya 10 persen.

Kalaupun terjadi gagal panen, katanya, karena beberapa penyebab yakni cuaca, intensitas hujan yang tinggi, termasuk petani yang termakan isu dan tak melakukan perawatan terhadap tanaman.

“Justru petani yang merawat tanamannya, per 100 kg, hasil yang didapat mencapai 1,7 hingga 1,8 ton,” ucapnya.

Dikatakan Adyan, bibit yang disalurkan di Sembalun bukan keinginan pihak KTS, tetapi ada permintaan dari petani sendiri, termasuk salah satu program pemerintah untuk swasembada bawang putih.

“Semua importir mencari mitra, dan petani Sembalun. Bekerjasama dengan kami,” katanya.

Hampir 500 petani Sembalun menjadi mitra PT KTS dengan toral bibit yang di tanam mencapai 70 ton.

Adyan juga menepis rumor bahwa bibit yang disalurkan itu didatangkan dari China.

“Bibit yang kami salurkan dari Taiwan, bukan dari China,” bantahnya.

Keberhasilan petani Sembalun menanam bawang putih sejak puluhan tahun lalu, para petani menanam bibit dari Taiwan. “Keberhasilan itu yang ingin diulang,” tandas Adyan.

Komentar Anda