Limbah Tahu Tempe Pemicu Sidementasi Kali Ancar Mataram

LOMBOKita – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, diminta mengoptimalkan kendaraan roda tiga untuk mengangkut limbah industri tahu tempe agar tidak dibuang ke sungai yang memicu terjadinya sedimentasi.

“Tingginya sedimen di Kali Ancar, Kelurahan Kekalik Jaya dipicu karena warga di kelurahan tersebut rata-rata berprofesi sebagai pengusaha tahu tempe, tapi limbahnya dibuang ke sungai,” kata Asisten II Setda Kota Mataram Wartan di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, maraknya pembuangan limbah industri tersebut mempercepat terjadinya sedimentasi di sepanjang Kali Ancar, meskipun telah dilakukan normalisasi.

Akibatnya, saat musim hujan seperti sekarang warga yang berada di bantaran Kali Ancar resah karena khawatir air Kali Ancar meluap.

“Hampir setiap tahun, Kali Ancar meluap dan berdampak ke permukiman penduduk namun warga di sekitar belum juga bisa mengerti terhadap kondisi ini,” katanya.

Terkait dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DHL) perlu mengambil peran ekstra dalam upaya penanganan limbah industri di Kekalik Jaya, dengan mengoptimalkan kendaraan roda tiga.

Kendaraan roga tiga yang ada di kelurahan tersebut, diharapkan bisa melayani secara khusus penanganan limbah industri tahu tempe.

“Selain itu, masyarakat juga hendaknya mampu merubah kebiasaan untuk tidak membuang sampah di sungai,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura menambahkan, selain sampah dan sedimen meluapnya air Kali Ancar ke permukiman penduduk dipicu juga karena adanya jembatan pejalan kaki di bagian timur dengan konstruksi terlalu rendah.

“Konstruksi jembatan yang rendah menyebabakan sampah dari hulu tersangkut dan menghambat kelancaran air,” katanya.

Oleh karena itu, PUPR telah mengusulkan dana sebesar Rp100 juta untuk menaikkan konstruksi jembatan pejalan kaki itu dengan ketinggian ideal.

“Untuk normalisasi kami aktif melakukan, tapi memang kebiasaan masyarakat membuang limbah industri dan sampah di kelurahaan tersebut masih tinggi,” ujarnya.

Komentar Anda