Lombok Tengah akan Jual Wisma Mahasiswa di Malang

202
kali tampilan.

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menjual aset berupa tanah dan bangunan yang selama ini dijadikan sebagai wisma mahasiswa di Malang Jawa Timur.

Pengusulan penjualan aset milik pemerintah Kabupaten Lombok Tengah itu berdasarkan surat bernomor 030/283/bpkad tahun 2018 yang ditandatangani Bupati HM Suhaili Fadil Tohir.

Berdasarkan surat bupati tersebut, DPRD Kabupaten Lombok Tengah menggelar sidang paripurna, Selasa (12/2/2019) dengan agenda pembentukan panitia khusus (pansus) tentang penjualan tanah dan bangunan di Malang itu.

“Badan Musyawarah (Banmus) telah sepakat membentuk pansus untuk penjualan aset berupa tanah dan bangunan di Malang melalui sidang paripurna ini,” kata Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah H. Ahmad Fuaddi Fadil Tohir, SE saat memimpin sidang.

Loading...

Surat pengusulan penjualan aset itu dibacakan Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Tengah R. Muliatno Junaidi, SH.

Berdasarkan surat usulan penjualan aset berupa tanah dan bangunan itu dijelaskan bahwa akan dijual dan dicarikan tempat yang lebih strategis serta lebih dekat dengan kawasan pendidikan.

Usai pembacaan surat usulan itu, kemudian dilakukan pembentukan panitia khusus. Masing-masing fraksi mengajukan nama untuk masuk menjadi Pansus.

Dalam sidang paripurna tersebut disepakati, Panitia Khusus penjualan aset berupa tanah dan bangunan milik pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Malang itu, Ketua M. Syamsul Qomar dari Fraksi Demokrat dan M. Tauhid, SIP sebagai Wakil Ketua.

“Kami berharap Pansus yang telah dibentuk ini bisa segera melaksanakan tugasnya secara maksimal,” ucap H. Ahmad Fuaddi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah HM Nursiah menambahkan, pemanfaatan aset berupa tanah dan bangunan milik pemerintah daerah di Malang itu tidak optimal. Para mahasiswa dan pelajar enggan menempati karena letaknya jauh dari kampus.

“Baik mahasiswa maupun pelajar kita di Malang, enggan menempati wisma itu karena lokasinya jauh dari kawasan pendidikan,” kata Sekda usai menghadiri sidang paripurna.

Wisma mahasiswa itu juga, menurut Sekda, sempat disewakan namun tidak optimal.

Karena itu, aset itu akan dijual. “Kita menunggu persetujuan dari dewan bagaimana mekanisme penjualan aset tersebut,” ucap Sekda.

Sekda belum memastikan akan dicarikan di tempat lain ataukah tidak, dengan kata lain aset menjadi aset ataukah ada pemanfaatan lain setelah penjualan.

“Kita rencanakan dijual dulu. Masalah akan diadakan lagi di tempat lain, itu soal nanti,” katanya.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.