LOMBOKita – Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah pelaksanaan Ijtima’ Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2018.

“Kita selama untuk kebaikan dan kemaslahatan umat, bangsa dan negara selalu siap mendukung dan menyukseskan kegiatan, terlebih ini dilaksanakan oleh lembaga MUI,” uja Bupati Suhaili FT usai menerima kunjungan sejumlah pengurus MUI Pusat di pendopo, Kamis (18/1/2018).

Menurut Bupati, rangkaian kegiatan yang akan digelar 12-15 April mendatang bisa dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan lainnya, seperti tradisi masyarakat setempat di daerah ini.

“Bisa kita semarakkan dengan kegiatan lain seperti tradisi kita disini acara khitanan, ngurisan, sholawatan dan sebagainya. Kita perbanyak mengangkat khazanah dan tradisi kita disini lah,” kata Suhaili.

Mengenai lokasi acara, HM Suhaili FT didampingi Sekretaris Daerah HM Nursiah menjelaskan, meski belum diputuskan, namun sudah mempersiapkan masjid Agung Praya, Bencingah Adiguna Alun-alun Tastura bahkan di masjid Nurul Bilad di kawasan Mandalika Resort Kuta.

“Kita hanya menyiapkan lokasi-lokasi strategis, mana yang mau ditempati, kita serahkan kepada yang punya acara yakni MUI,” imbuh Bupati Lombok Tengah dua periode ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Dr. KH. Zainud Tauhid menjelaskan, dipilihnya pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai tempat pelaksanaan Ijtima’ Komisi Fatwa MUI lantaran daerah ini dikenal dengan sebutan negeri seribu masjid dan penggagas konsep wisata syariah.

Pada acara ijtima’ itu nanti, kata KH Zainud Tauhid, Komisi Fatwa MUI akan membahas berbagai masalah keummatan yang diharapkan dapat dijadikan sebagai rujukan pelaksanaan berbagai kebijakan pemerintah.

“Kita akan bahas masalah pinjaman negara, penarikan retribusi, pajak hingga etika pengacara mendampingi klien berdasarkan sudut pandang agama Islam, dan masih banyak lagi persoalan yang akan dibahas,” jelasnya usai menghadap Bupati Lombok Tengah.

Kunjungannya ini, kata KH Zainud Tahid didampingi Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi MUI Pusat KH. Masduki Baidowi dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH. Dr. Asrorun Ni’am, hanya untuk menyampaikan rencana pelaksanaan acara Ijtima’ kepada Bupati, mengenai lokasi belum diputuskan, karena harus dibahas bersama panitia pelaksana, baik pusat dan daerah.

Kegiatan Ijtima’ Fatwa MUI nasional itu, imbuh KH. Dr. Asrorun Ni’am yang juga Deputi Kemenpora RI ini, akan dihadiri sekitar 700-800 orang peserta seluruh Indonesia.