Lombok Timur Deklarasi Tolak Faham Radikalisme

109
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Forum Wartawan Media Online Lombok Timur menggelar diskusi publik bertema “Menangkal dan Mengantisipasi Masuknya Faham Radikalisme”.

Diskusi publik dilaksanakan di Lesehan Arbi Desa Rempung Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Rabu (29/01/2020).

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah elemen sebagai pemateri seperti Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri), Kantor Kementerian Agama Lombok Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Wakil Panglima Laskar  Majelis Mujahidin, Ustaz Taufan Iswandi yang juga Wakil Direktur Ponpes Islam Darusy Syifa,’.‎

Sementara sebagai peserta dari kalangan media cetak, online dan elektronik, aktivis, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa di daerah itu.

Kepala Kementerian Agama Lotim, H. Azharudin memimpin pembacaan deklarasi menolak faham radikalisme didampingi Wakil Panglima Laskar Majelis Mujadihin|Wakil Direktur Ponpes Islam Darusy Syifa’, Ustaz Taufan Iwandi dan Ketua FKUB Lotim / Sekretaris MUI Lotim, Ustaz Ali Fikri dan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Lotim, Zaitun Akmal.

Loading...

Deklarasi faham radikalisme tersebut diantaranya meneguhkan ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathoniah untuk mempertahankan idiologi Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Menolak organisasi dan aktivitas yang berorientasi dan beraflisiasi dengan gerakan radikal, terorisme atau gerakan dan atau organisasi kemasyarakatan maupun politik yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan.

Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat khususnya umat muslim untuk tetap menjaga dan selalu mengutamakan ikhuwah islamiah dan ukhuwah wathoniah dan ukhuwah insaniah.

Mempercayakan penanganan berbagai persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi keamanan dan hukum negara sebagai bentuk ketaatan kepada waliyul amri.

Pengurus FWMO Lombok Timur diwakili Lalu Kamil Abu Bakar dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan itu untuk membangun sinergi dengan semua lapisan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Lotim, H. Azharuddin mengatakan berbagai upaya terus dilakukan mengantisipasi radikalisme.

“Tiga tahun terakhir ini menjadi prioritas mengenai faham radikalisme,” tegasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat Lombok Timur belum siap sepenuhnya untuk menerima perbedaan, padahal dalam falsafah negera, Bhinneka Tunggal Ika.

“Perbedaan itu sunnah, janganlah perbedaan dijadikan ajang untuk saling tidak menyukai satu sama lain,” ujarnya.

Sekretaris Bakesbangpoldagri Lotim, Zaitun Akmal mengatakan terima kasih kepada kalangan awak media yang telah melakukam kegiatan masalah radikalisme.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.