Lotim Siapkan Rp 1,5 Miliar Bentuk Kampung Inggris

417
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mengirim sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Desa “belajar” ke Kampung Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Hal itu dilakukan menyusul adanya wacana pembentukan kampung Inggris di Desa Tete Batu Selatan dan Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.

Pemerintah daerah Lombok Timur menyiapkan anggarap sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembentukan Kampung Inggris

Ketua Umum Assosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII) TGH Fauzan Zakaria yang ikut dalam rombongan itu menjelaskan, semangat membentuk Kampung Inggris di Lombok Timur untuk mewujudkan peradaban baru di daerah itu.

Diyakininya, wisata Kampung Inggris akan  membawa perubahan dari semua sektor, baik kemajuan pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat hingga terbukanya lapangan pekerjaan dan lainnya.

“Apa yang didapat dari Pare ini, akan diterapkan di Lombok Timur sebagai salah satu langkah memajukan pariwisata,” katanya di sela kunjungan ke River Side English Club (SEC) Pare.

Loading...

CO River Side English Club, Sopian, menjelaskan, program Kampung Inggris yang akan dijalankan demrintah daerah Lotim akan berjalan jika semua pihak memiliki kesamaan visi misi untuk kemajuan pariwisata, ekonomi dan kemaslahatan umat.

“Di kampung inggris ini, semua dikelola penduduk lokal. Perputaran ekonomi di Pare sangat tinggi. Satu lembaga kursus saja, bisa Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar satu bulan. Itu belum dari sewa kos, sewa sepeda, warung makan dan sebagainya,” jelas Sopian.

Dalam sistem pembelajaran, kata Sopian, ada yang menerapkan lima kali pertemuan dalam waktu sehari, hingga tujuh kali pertemuan. Dalam hal belajar, peserta sudah capek di dalam gedung, tapi yang dibutuhkan pengalaman baru. Apalagi Lotim kabarnya adalah daerah wisata, yang tentunya akan semakin menyenangkan bagi peserta kursus.

Di tempat berbeda, pendiri Basic English Course (BEC) yang juga pertamakali menjadi penggagas Kampung Inggris Pare, Mr Kolend Osen menceritakan pengalaman saat dirinya pertama kali datang dari Kalimantan Timur ke Pare dan mendirikan lembaga kursus pada tahun 1977.

Menurutnya, lembaga kursus Bahasa Inggris di Pare, muncul secara alami. Hanya saja sejak tahun 2018, lembaga kursus yang jumlahnya hingga 165 lebih lembaga ini, mulai tertata rapi, dengan dibentuknya Yayasan Kampung English Colend (YKEC).

“Pedoman harus dipegang, usahakan jangan mengecewakan peserta kursus,” kata Mr Kolend yang menerapkan lama belajar 6 bulan ini.

Modal besar mendirikan Kampung Inggris, menurutnya, bukan uang, tetapi keinginan, tekad disiplin belajar bersama, dan jangan melecehkan orang yang belajar Bahasa Inggris.

Kolend berpesan, bila Kampung Inggris di Lotim mulai dijalankan, agar disiplin ditegakkan, pola latihan diatur, dan setiap berkumpul, usahakan membicarakan sesuatu berkaitan dengan Bahasa Inggris.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.