Luar Biasa! Anggaran Terbatas, Lotim Tetap Bangun Saluran Irigasi

161
kali tampilan.
Kabid Irigasi PUPR Lotim, Sosiawan Putraji saat turun langsung bersama tim teknis mengawasi pengerjaan konstruksi pembangunan Daerah Irigasi Baru Pengempel Peropok, kecamatan Aikmel, Rabu (14/8/2019)
Loading...

LOMBOKita – Infrastruktur irigasi untuk pemenuhan kebutuhan pengairan lahan pertanian di Lombok Timur (Lotim) terus dibangun dengan berbagai keterbatasan anggaran.

Namun di antara keterbatasan anggaran tersebut, pembangunan sarana dan prasarana tersebut harus andal, sehingga memiliki masa penggunaan yang lama.

Kabid Pengairan pada Dinas PUPR Lotim, Sosiawan Putraji, ST di Selong, Rabu (14/8) mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur yang bertujuan menggairahkan masyarakat petani untuk menggarap lahannya itu, Lotim memperoleh bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

‘’Dua tahun terakhir ini Alhamdulillah perolehan dana DAK untuk daerah kita cukup signifikan,’’ katanya.

Kabid Irigasi PUPR Lotim, Sosiawan Putraji saat turun langsung bersama tim teknis mengawasi pengerjaan konstruksi pembangunan Daerah Irigasi Baru Pengempel Peropok, kecamatan Aikmel, Rabu (14/8/2019)
Dikatakan, perhatian pemerintah pusat akan penyiapan sarana dan prasarana irigasi pertanian perlu diapresiasi.

‘’Dan daerah Lotim memperoleh apresiasi yang cukup bagus dalam pemanfaatan dana DAK tersebut. Kita dinilai melaksanakan semua persyaratan penggunaan DAK sesuai ketentuan yang berlaku,’’ kata Sosiawan.

Mengingat masih banyaknya daerah irigasi (DI) yang harus dibenahi, kata Sosiawan, maka Lotim pun masih butuh banyak dana DAK. Dia menerangkan, pada 2018 lalu Lotim memperoleh DAK bidang pengairan sebesar Rp39,8 miliar. Berikutnya meningkat pada 2019 memperoleh Rp49 miliar.

Dikatakan, pada 2019 ini untuk bidang pengairan saja, APBD Lotim mengalokasikan Rp50 miliar (multiyears) untuk percepatan pembangunan Infrastruktur irigasi. Semangat para petani di pedesaan harus didukung dengan ketersediaan infrastruktur yang andal.

“Untuk pengerjaan proyek fisik sarana dan prasarana irigasi pertanian itu pun harus terus-menerus dimonitor perkembangannya,’’ kata Kabid yang rajin turun ke berbagai lokasi proyek pengairan di Lotim tersebut.

Bagi Sosiawan, andalnya suatu infrastruktur irigasi tidak terlepas dari proses pengerjaannya. “Boleh saja lokasi proyek irigasi tersebut jauh dari kota, tetapi jangan lantas rekanan seenaknya bekerja,” katanya.

Hal itulah yang membuatnya bersama tim teknis harus rajin turun melakukan pengawasan langsung.

Dikatakan, pekerjaan konstruksi sarana irigasi yang asal-asalan akan membuat masa pemanfaatan sarana dimaksud berumur pendek.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.