Lulus SMA, Zohri Bisa Jadi ASN Sekaligus Praja IPDN

1011
kali tampilan.
Lalu Muhammad Zohri
Lalu Muhammad Zohri

LOMBOKita – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menawarkan Lalu Muhammad Zohri menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditempatkan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atas prestasinya pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, 10-15 Juli 2018.

“Pengangkatannya nanti melalui jalur khusus tanpa tes,” kata Gubernur sekaligus Rektor IPDN Ermaya Suradinata saat berkunjung ke rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (13/7).

Selain menjadi ASN, menurut Ermaya, Mendagri juga menjanjikan agar Zohri bisa mengikuti seleksi praja IPDN juga melalui jalur khusus, namun setelah Zohri lulus dari SMA.

“Kami akan berikan khusus sesuai perintah Mendagri masuk IPDN. Tapi harus selesai dulu SMA,” tegasnya.

Meski diangkat menjadi ASN, pihaknya tetap memberikan agar Zohri tetap menjalani profesinya sebagai atlet.

 


Berita terkait:

Menurutnya, bantuan yang akan diberikan kepada Zohri tersebut tidak hanya menjadi ASN dan praja IPDN, namun juga rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara akan direhab bersama-sama TNI.

“Keinginan Mendagri untuk renovasi walaupun tidak untuk Zohri. Kita akan renovasi. Yang jelas ditinggali atau tidak soal nanti Zohri dapat rumah dari tempat lain tidak ada masalah. Tapi rumah yang di tempati Zohri akan direnovasi agar bisa ditinggali keluarga,” ucap Ermaya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut juga dengan perbaikan jalan menuju rumah Zohri sepanjang 200-300 meter yang akan dikerjakan antara Praja IPDN bersama personil TNI.

“Jadi semua akan kita kerjakan bersama TNI dan pemerintah daerah. Bahkan seluruh pekerjaan renovasi rumah akan disesuaikan dengan kondisi rumah. Yang jelas harus permanen (rumah, red) tidak kayu tapi batu bata kita akan kerjasama dengan TNI,” tandas Ermaya.

Sebelumnya, Zohri mengukir prestasi mengesankan pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, 10-15 Juli 2018. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut merebut emas pada nomor bergengsi lari 100 meter putra.

Di babak final, Zohri finish pertama dengan catatan waktu 10,18 detik. Dia mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22). Urutan keempat diraih pelari Afrika Selatan, Thembo Monareng dengan 10,23 detik.