Majukan Kopi Lokal, Svarga Hotel Senggigi Gelar Lomba Barista

175
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Sebanyak 24 barista beradu skill dalam kompetisi barista bertajuk “Lombok Coffee Art Champion and Exhibition”. Kepiawaian para barista atau seniman penyeduh kopi-susu ini digelar di Svarga Resort and Hotel, Senggigi, Lombok Barat, Sabtu (21/12/2019).

General Manager (GM) Svarga Resort and Hotel, Yusuf Ali mengatakan, selain sebagai ajang silaturahmi antar barista, pihaknya sengaja menggelar event ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengangkat nama barista di Lombok, khususnya Lombok Barat.

Kata Yusuf, selain kompetisi dan eksibisi, event ini juga diramaikan dengan hadirnya beberapa stand sederhana yang diisi oleh aneka produk UMKM Lombok Barat seperti, Serbat Jahe, Kopi Luwak Lingsar, Kopi Mahira, dan lainnya.

“Lomba ini dimaksudkan untuk mensupport perkonomian Kabupaten Lombok Barat dengan cara mengenalkan hasil-hasil produk UMKM seperti kopi, gula aren, dan lainnya yang diakui memiliki kualitas baik dan banyak varian. Makanya kita mau mengangkat produk lokal tersebut dengan mengadakan barista Art champioship, sama dengan kopi talk beberapa waktu lalu,” jelas Yusuf.

Kompetisi barista yang baru pertama kali digelar di Svarga ini, dinilai sukses. Bahkan sebenarnya peserta yang mendaftar terbilang tinggi.

Loading...

“Ternyata peminatnya banyak, terpaksa kemarin kita tolak karena memang kita hanya siap menerima 24 orang,” ungkap Yusuf.

Melihat kegiatan ini sukses, Yusuf berjanji akan menggelar kembali event serupa di tahun berikutnya. Tentunya dengan tambahan inovasi, sehingga event menjadi lebih meriah.

Yusuf berharap, produk kopi dan komunitas kopi di Lombok ini bisa terkenal. Lombok memiliki ciri khas wisata tersendiri, selain ada pantai dan gili, tetapi juga ada produk kopi yang terkenal dan bisa menjadi pusat kopi di Indonesia.

Salah satu juri, Dody menjelaskan, dalam kompetisi ini, peserta dituntut untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan para juri. Kriteria penilaian, terang Dody, warna harus kontras antara kopi dan susu. Selanjutnya kreativitas para peserta meliputi harmoni, seperti posisi paternnya, dan beberapa kriteria lainnya.

“Skil para peserta bisa dibilang lumayan baik. Walaupun kebanyakan peserta di sini masih baru atau masih pemula, tapi peningkatan dari tahun ke tahun untuk late art ini khususnya untuk di Lombok Barat sangat-sangat signifikan,” kata Dody usai acara.

Kompetisi barista ini berhasil dimenangkan oleh Muhammad Turmuzi setelah mengkreasikan kopi late buatannya dengan gambar burung bersayap. Dengan begitu, Turmuzi berhak membawa pulang hadiah sejumlah Rp 1,5 juta ditambah voucher menginap di Svarga senilai Rp. 1.5 juta.

“Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang mengadakan event ini dan untuk Svarga tentunya. Dan harapan saya, kedepannya agar event-event seperti ini untuk diadakan kembali,” kata Turmuzi, barista dari salah satu kafe di Kuta, Lombok Tengah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.