Warga Lombok Selatan Tolak Pembangunan Hotel di Kaliantan

277
kali tampilan.

LOMBOKita – Puluhan masyarakat Lombok Selatan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) Lombok Timur melakukan mimbar bebas di simpang tiga Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru, Sabtu (19/1/2019). Para warga ini menolak pembangunan yang dilakukan PT Temada Pumas Abadi di tanah ulayat Tampah Boleq.

“Kami menolak pembangunan yang dilakukan PT Temada di lahan Tampah Boleq, karena itu merupakan tanah ulayat,” teriak Ketua ALARM, Sayadi dalam orasinya.

Massa juga mendesak Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy untuk segera membongkar pagar besi Tampah Boleq dari 0-150 meter dari pinggir partai sesuai dengan undang-undang dan perda yang ada. Massa juga mendesak Bupati untuk mengembalikan tanah Tampah Boleq menjadi tanah ulayat dan dijadikan lokasi pelaksanaan pesta bau nyale.

Bupati juga diminta mengusut pembuatan sertifikat dan membatalkan segala bentuk pembangunan dalam bentuk apapun sebelum permasalahan ini diselesaikan. Termasuk mngusut tuntas oknum-oknum yang terlibat dalam penjualan tanah ulayat tampah boleq itu.

Loading...

“Mendesak PT Temada Pumas Abadi untuk tidak melakukan aktivitas pembangunan dalam bentuk apapun, sampai kasus ini klir,” kata Sekretaris ALARM, Arsa Ali Umar.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi SJ saat peletakan batu pertama pembangunan Layang-layang Resort PT Temada Pumas Abadi di Tampah Bolek mengatakan, pembangunan ini dilakukan karena telah memiliki ijin dan sertifikat lahan.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.