Maulana Syeikh Inspirasi Perjuangan Nahdlatul Wathan

341
kali tampilan.
Pengurus YPH PPD NW Pancor HM Syamsul Luthfi, SE., M. Si

LOMBOKita – Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor, HM Syamsul Luthfi, SE., M. Si meminta warga Nahdlatul Wathan untuk menjadikan sosok Maulana Syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai inspirasi perjuangan Nahdlatul Wathan (NW).

Himbauan tersebut disampaikan HM Syamsul Luthfi saat memberikan kata sambutan pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Hultah) NWDI ke-82 yang dirangkai dengan Haul ke 20 tahun meninggalnya pendiri NW Maulana Syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di GOR Hamzanwadi Pancor Selong, Ahad (30/7/2017).

HM Syamsul Luthfi menjelaskan, kiprah perjuangan Maulana Syeikh dalam ikut membangun negeri ini tidak diragukan lagi. Baik perjuangan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah maupun membangun sumberdaya manusia melalui dakwah dan lembaga-lembaga pendidikan yang didirikannya.

Awalnya, gerakan dakwah yang dibawakan Maulana Syeikh di pulau Lombok secara berkeliling dari masjid ke masjid, kemudian lembaga pendidikan juga pada awalnya dilakukan secara halaqah.

“Pendidikan secara halaqah ini adalah para santri duduk bersila mengitari guru yang sedang menerangkan pelajaran. Ini adalah cara guru besar kita Bapak Maulana Syeikh memulai menjalankan sistem pendidikan,” jelas HM Syamsul Luthfi yang saat ini menjadi anggota DPR RI Dapil Nusa Tenggara Barat dari Fraksi Partai Demokrat.

Seiring makin bertambahnya jumlah santri, kata HM Syamsul Luthfi, sistem pendidikan halaqah yang dibawakan Maulana Syeikh kemudian diubah secara klasikal, yakni membagi para santri menjadi beberapa kelas.

Berita terkait: Jutaan Warga Banjiri Medan Hultah NWDI

Kemenhan: Kemajuan Indonesia akan Diawali dari Lombok

Almagfurulahu Maulana Syeikh juga mulai memperbanyak syiar-syiar Islam melalui dakwah dan pengajian umum yang dilakukan hingga ke pelosok-pelosok desa. Bahkan ke beberapa daerah yang ada di Indonesia. Karenanya, pada tahun 1952, organisasi Nahdlatul Wathan menyebar dan memiliki 66 cabang di seluruh Indonesia.

“Dakwah Maulana Syeikh berbuah manis, pada tahun 1997 sudah terbangun lebih dari 700 madrasah yang tidak hanya tersebar di pulau Lombok, tetapi merambah ke beberapa daerah dan provinsi di seluruh Indonesia,” jelas HM Syamsul Luthfi.

Kakak kandung Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi ini juga menjelaskan, jumlah madrasah yang didirikan Nahdlatul Wathan sampai saat ini lebih dari 1000 madrasah. Pengurus cabang NW dibawah kepemimpinan Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi saat ini, kata Syamsul Luthfi, hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki pengurus perwakilan NW.

“Alhamdulillah. Hal ini patut kita banggakan dan syukuri untuk meneruskan perjuangan guru besar kita Almagfurulahu Maulana Syeikh,” kata Syamsul Luthfi.

Karena itu, lanjut Syamsul Luthfi, langkah perjuangan Almagfurulahu Maulana Syeikh, harus diikuti oleh seluruh “anjum-anjum” Nahdlatul Wathan untuk mengibarkan panji-panji perjuangan NW dibawah komando Tuan Guru Bajang TGH Muhammad Zainul Majdi selaku Ketua Dewan Tanfiziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan.