McGregor Korban Ke-50 Pukulan Keras Mayweather

LOMBOKita – Petinju gaek berusia 40 tahun yang sebelumnya telah menyatakan pensiun dan kembali naik ring, Floyd Mayweather, menjadikan petarung Mix Martial Arts (MMA) tersukses Conor McGragor korban ke-50 dalam karir bertinju-nya.

Hal itu terjadi dalam pertarungan bertajuk “The Phenomenal Fight” yang dilangsungkan di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB.

Seperti yang sudah diperkirakan banyak pihak sebelumnya, pertarungan seru memang terjadi ketika kedua petarung bertemu di atas ring. McGregor langsung melayangkan serangan ke arah wajah dan tubuh Mayweather yang menjadikannya mendominasi pertandingan di awal laga.

Sepertinya McGragor ingin merealisasikan janjinya untuk mengkanvaskan Mayweather di ronde dua dalam pertandingan itu, akan tetapi hingga melewati ronde dua, keduanya masih bertarung kendati sang artis MMA masih mendominasi.

Keadaan berubah ketika pertandingan memasuki ronde keempat di mana Mayweather yang kebanyakan dalam posisi bertahan, mulai melakukan balasan atas serangan McGragor yang kelihatan mulai kelelahan.

Walau kalah usia dari McGregor yang baru berumur 29 tahun, Mayweather membuktikan dirinya masih bisa bertarung dengan baik dan mengimbangi lawannya bahkan sudah cenderung mendominasi hingga ronde sembilan.

Di ronde tersebut, McGragor yang sekarang membutuhkan KO untuk memenangkan pertarungan, terlihat sudah melayangkan pukulan yang tidak sekuat di ronde awal dalam pertarungan perdananya di tinju profesional ini, sementara Floyd meladeninya dengan pukulan-pukulan keras yang sepertinya akan mengakhiri ronde ini dengan kemenangan bagi sang legenda tinju.

Namun McGregor masih terselamatkan oleh bel tanda akhir ronde. Pada awal ronde 10, petinju Amerika akhirnya mendapatkan kemenangannya atas petarung Irlandia setelah wasit menghentikan pertarungan dan menyatakan Mayweather menang TKO.

“Conor merupakan pesaing yang kuat, dia lebih baik dari yang aku pikirkan, dia menggunakan sudut-sudut yang berbeda, namun saya lebih baik. Ini rencana kami juga untuk bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk mengakhirinya,” kata Mayweather selepas laga.

Dia juga merasa senang mereka memberikan penggemar sebuah tontonan yang menarik dan melihat Conor sebagai lawan yang layak dalam laga terakhirnya sebelum pensiun ini.

“Ini adalah pertarungan terakhir saya, dan hari ini saya memilih rekan dansa yang tepat. Conor kamu merupakan rekan dansa yang hebat malam ini,” ujar Mayweather menambahkan.

Dengan hasil ini, Mayweather memperpanjang rekornya menjadi 50 kali tak terkalahkan dengan 27 kali di antaranya dimenangkan dengan KO dan menjadikannya petinju yang tidak pernah terkalahkan sepanjang karirnya jika dia benar-benar pensiun dari tinju dengan catatan sempurna lainnya menjadi juara dunia 12 kali di lima kelas berbeda.

Sementara Conor McGregor, pertarung yang merupakan petarung bela diri campuran (MMA) asal Irlandia yang merupakan pemegang dua gelar juara di kelas berbeda dalam waktu bersamaan, menjadikan pertarungan yang disebut-sebut sebagai duel termahal dalam sejarah ini sebagai debutnya di pertandingan tinju internasional.

Komentar Anda