Memilih Hewan Kurban dan Calon Pengganti TGB

Bagaimana cara mencari hewan kurban? Mari kita mulai dengan contoh sederhana.

Si Budi, ingin mencari hewan kurban. Setiap hari ia berjuang menyisihkan hasil jualannya untuk ditabung. Setelah terkumpul, lalu dibelikan hewan kurban.

Karena uangnya diperoleh dengan susah payah, si Budi harus jeli mencari hewan kurban terbaik.
Bagaimana ia melakukannya?

Si Budi tentu harus melakukan penelusuran. Ia membandingkan harga, kesehatan hewan kurban, hingga asal usul hewan kurban tersebut. Tentunya, ia hanya membandingkan hewan kurban yang memang telah memenuhi syarat kurban.

Budi mendatangi banyak penjual hewan kurban, menyerap informasi-informasi yang ia butuhkan, lalu mencatatnya. Ia bahkan memotret kambing-kambing yang ia jadikan target.

Setelah cukup banyak tempat didatangi, ia tinggal melakukan perbandingan atas hewan-hewan kurban yang tersedia. Ia pulang ke rumah dengan informasi yang cukup banyak. Dengan informasi itu, ia sudah bisa menemukan hewan kurban yang akan ia beli. Hasilnya, Budi dapat kambing yang bagus.

Memilih pemimpin kurang lebih seperti itu. Bahkan mungkin lebih mudah.

Sebab, calon pemimpin yang akan benar-benar tampil di perhelatan Pilkada, tidak sebanyak lapak penjual hewan kurban. Hanya beberapa kandidat saja yang perlu kita telusuri rekam jejaknya.

Jika anda, semua pemilih di NTB mau menerapkan proses seperti yang dilakukan Budi, sangat besar kemungkinan akan lahir calon pemimpin yang baik untuk NTB.

Sayangnya, ada begitu banyak pemilih yang kurang tertarik melakukan proses seperti yang Budi lakukan. Akhirnya, ketika waktu pemungutan suara tiba, mereka kebingungan dan menjatuhkan pilihan berdasarkan pertimbangan yang kurang tepat. Misalnya, memilih mereka yang memberikan uang. Atau memilih hanya karena pemimpin tersebut populer.

Padahal, saat ini terdapat begitu banyak sumber yang bisa kita jadikan rujukan untuk mengenal calon pemimpin kita. Mereka biasanya menggunakan media-media yang sangat mudah kita akses, seperti media sosial Facebook misalnya.

Dr. H. Zulkieflimansyah misalnya. Kandidat yang satu ini cukup mudah untuk “dipelajari”. Untuk mengenalnya, silakan menelusuri akun Facebook pribadinya, Bang Zul Zulkieflimansyah. Atau like dan ikuti halaman Facebooknya, Bang Zul Zulkieflimansyah. Ia juga memiliki website pribadi di BANGZUL.COM atau ZULKIEFLIMANSYAH.COM.

Dari situ saja, kita sudah bisa memperoleh begitu banyak informasi berharga yang bisa kita jadikan rujukan untuk menentukan pilihan. Kita jadi tahu apa yang ia pikirkan, apa yang ia ucapkan dan apa yang ia lakukan.

Setelah mengenal Bang Zul, silakan lakukan penelusuran serupa terhadap kandidat-kandidat lain. Sebab, mereka juga memiliki akun media sosial, (mungkin juga website), dan media lainnya.

Jika proses ini kita lalui, kita akan lebih mudah menentukan pilihan. Tentunya, setiap orang memiliki kriteria pemimpinnya masing-masing. Dan setiap orang bebas menentukan pilihan berdasarkan kriteria masing-masing.

Luangkan waktu untuk mempelajari calon pemimpinmu. Jika tidak, anda akan rugi.

Kalau si Budi tidak cermat memilih kambing, ia hanya rugi selama setahun.

Tapi, kalau anda tidak cermat memilih calon pemimpin, anda rugi lima tahun !!

Oleh Uki Kifli
Tim Media Dr. H. Zulkieflimansyah

Komentar Anda