Mengecewakan, Fasilitas Yang Diterima Calon Paskibraka Lotim

4026
kali tampilan.

LOMBOKita –  Para Pelatih dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Lombok Timur, mengaku kecewa melihat pelayanan dan  pemberian yang di berikan panitia yang menangani Paskibraka, kepada calon peserta Paskibraka Lombok Timur tahun 2019.

Sejak hari pertama masuk asrama pun, mereka harus tidur beralaskan kasur, tanpa ranjang tidur. Tak itu saja, pakaian latihan peserta pun di terima setelah mereka empat hari di asrama.

Dilain pihak, anggaran biaya untuk Paskibraka tahun 2019 ini, lebih besar dari tahun sebelumnya, tetapi justru dengan anggaran besar itupun, tak memberikan pelayanan maksimal.

Loading...

“Melihat pelayanan panitia Paskibraka tahun 2019 ini, sangat memgecewakan, dibandingkan  tahun tahun sebelumnya,” ungkap Iptu Irpan pelatih Senior Calon Paskibraka Lotim 2019.

Menurut Irpan, dirinya justru panitia tidak siap dalam menangani paskibraka ini, tidak hanya persiapan tempat penginapan, masalah yang diberikan kepercayaan menangani seragam peserta pun tidak siap.

” H+ 4 celana peserta dan sepatunya baru di berikan, mestinya saat masuk asrama. Mereka sudah gunakan seragam untuk latihan” katanya,

Belum lagi masalah penginapan, sejak Peserta masuk pun kesiapan tempat tidur tidak ada. Setelah malam ke dua baru disiapkan tempat tidur dan tahun inipun, peserta hanya di berikan satu stel pakaian latihan, tahun tahun sebelumnya, peserta selalu dapat dua stel pakaian.

“Malam pertama saja, peserta tidur hanya beralaskan kasur saja, tanpa ada ranjang tidur, belum lagi masalah pakaian latihan, untuk celana dan sepatu di berikan H+ 4” keluh para Pengurus PPI Lotim yang kerap hadir di asrama.

Bahkan, merekapun menilai, tahun 2019 merupakan pelayanan terburuk terhadap peserta calon Paskibraka.

kekecewaan serupa juga di ungkapkan Aiptu Yani. Menurutnya, selama menjadi pelatih, tumben  tahun ini dirinya banyak ngomong saat rapat para pelatih dengan panitia dari Dispora.

“Ini aneh, tahun ini anggaranya besar, tapi pelayanan kok amburadul seperti ini, tahun sebelumnya angarannya pas pasan tapi tak memunculkan masalah, seperti sekarang ini,” ucapnya.

Menurut Yani, calon Paskibraka yang sedang di godok ini, mereka akan menjalankan tugas Negara. Jangan justru kegiatan ini hanya di jadikan proyek.

“Mereka ini VIP,  mereka akan menjalankan tugas negara, maka mereka layak mendapatkan fasilitas yang bagus,” tegasnya..

“Semestinya dengan anggaran yang besar tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Pelayanan lebih maksimal dan bagus,” ucapnya.

Kadis Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) kabupaten Lombok Timur Izzudin, yang dikonformasi mengaku memang banyak hal yang harus di perbaiki, agar kedepannya lebih bagus,

“Kalau ada yang protes wajar, tidak apa-apa, koreksi itu penting, agar kedepannya lebih bagus lagi,” katanya.

Bahkan dirinya pun,  seminggu sebelum masuk asrama, pihaknya telah mengumpulkan panitia yang menangani Paskibraka, untuk rapat evaluasi terkait seluruh agenda Paskibraka, termasuk dirinya saat peserta masuk asrama dan pakaian latihan belum ada, dirinya langsung memerintahkan untuk menjemput ke tukang jahit, tapi faktanya justru tukang jahit yg bermasalah
“Berdasarkan laporan dari Kabid pemuda yang menangani Pakibraka ini, mengatakan sudah beres,” jelasnya.

menurut Izzudin, seluruh pemesanan fasilitas Paskibraka termasuk atribut pun, katanya sudah dulu di pesan, tetapi dengan kenyataan ini, mau bilang apa.

“Saya pernah katakan, kenapa tidak di serahkan penangan masalah ini ke PPI, yang lebih paham, dan kita tinggal terima beres,” paparnya. Namun justru ingun cari untung menjadi buntung.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.