Mengeluh DAU Dipangkas, Ali BD: “Itu Kepala Daerah Lemah”

Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan.

LOMBOKita – Ada isu pemerintah pusat akan memangkas anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) ditanggapi biasa oleh Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan.

Ali justru mengatakan, khusus Lombok Timur tidak ada pemangkasan, justru bertambah Rp 5 miliar dari tahun sebelumnya.

“Menjadi kepala daerah tak lerlu mengeluh soal adanya penurunan anggatan dari pusat,” kata Bupati Ali BD di Selong, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, kalau ada kepala daerah yang selalu mengeluh soal anggaran, berarti itu kepala daerah yang lemah.

Untuk diketahui, Kabupaten Lombok Timur itu jumlah penduduknya 1,3 juta, dan terbesar dari Kabutan/kota di NTB, belum lagi jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terbanyak mencapai 14 ribu orang.

Perbandingan jumlah penduduk dan ASN diukur dari besaran DAU dibandingkan dengan kabupaten lain, Lotim sebenarnya memperoleh alokasi paling kecil di NTB. Pasalnya, ada daerah dengan jumlah penduduk hanya 200 juta jiwa dan pegawai hanya 2 ribu orang mendapat alokasi anggaran Rp500-600 miliar.

Fakta ini menurut penilaian Ali BD, terkesan tidak adil.

Meski demikian, menurut Ali, dengan anggaran yang ada sekarang ini, dirinya bisa membangun sejumlah infrastruktur penunjang dengan tanpa berhutang.

Pasar-pasar megah sudah terbangun. Jalan-jalan hotmik puluhan kilometer terpasang. Konsep berhemat yang dijalankan telah mampu menggerakkan pembangunan di daerah ini dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Permasalahan penurunan anggran ini terjadi di semua daerah, akibat kemampuan anggaran pusat. “Tapi bagi Lotim, tidak ada penurunan dan jangan anda kira terjadi pengurangan,” katanya.

Satu sisi memang terjadi pengurangan, tapi di aspek lain justru terjadi penambahan. Hal ini katanya tidak akan berpengaruh pada pembangunan di daerah Patuh Karya ini.

“Berkurang di item anggaran satu tapi bertambah pada alokasi anggaran lain. Misalnya jalannya dulu ada Rp 100 miliar, berkurang menjadi Rp50 miliar, tapi diberikan anggaran lain. Seperti meningkat di bidang kesehatan dan pengairan,” pungkasnya. (dy)

Komentar Anda