Mengenal Risiko dan Bahaya Veneer Gigi

Karena lapisan enamel dikikis, bahaya veneer gigi akan menjadikan gigi lebih tipis dan menjadi sensitif

104
kali tampilan.

LOMBOKita – Selain menjadi ciri kondisi tubuh yang sehat, memiliki gigi yang rapih juga berefek baik untuk penampilan, lho. Hanya gigi putih bersih nan berkilau yang dapat membuat senyum menjadi indah mempesona dan enak dipandang.

Sayangnya, tidak semua orang cukup beruntung untuk memiliki gigi yang sehat. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki gigi yang menguning, tidak rata, bahkan memiliki patahan. Untuk mengakalinya, Anda yang memiliki rezeki berlebih memilih cara instan, yaitu veneer gigi.

Seperti yang anda ketahui, veneer gigi merupakan prosedur kecantikan gigi untuk membantu memperbaiki warna, bentuk, dan posisi gigi agar tampak indah seperti yang diinginkan. Biasanya, mereka yang memiliki kondisi gigi yang menguning, entah karena sering meminum kopi atau karena perokok berat, menutupi noda pada gigi tersebut dengan lapisan veneer pada gigi.

Namun, seperti kebanyakan prosedur kecantikan, ada kemungkinan efek samping yang dirasakan bagi anda yang memilih metode kecantikan veneer gigi ini.

Sebelum lapisan veneer gigi dipasang, dokter gigi akan mengikis lapisan enamel gigi anda terlebih dulu sebanyak 0,5 mm. Alasannya, untuk sebagai ruang untuk memasang veneer gigi. Karena lapisan enamel dikikis, bahaya veneer gigi akan menjadikan gigi lebih tipis dan menjadi sensitif, walaupun sudah dilapisi oleh veneer gigi.

Bahaya veneer gigi lainnya, jika dalam pemasangan veneer gigi ada kesalahan yang dilakukan dokter, seperti ukuran dan posisi yang tidak sesuai, Anda tidak bisa memperbaikinya. Pasalnya, lem semen yang digunakan untuk menempel veneer gigi, sangatlah kuat dan cepat kering.

Selain itu, karena konsepnya yang ditempel dan menutupi gigi, ada kemungkinan gigi bisa membusuk jika ada masalah kesehatan gigi yang menyerang gigi Anda dan tidak segera ditangani.

Memang, yang namanya instan tidak ada yang murah. Untuk mendapatkan manfaat veneer gigi, Anda harus membayar mulai dari 1 juta hingga 3 juta rupiah per gigi untuk yang berbahan resin. Berbeda dengan bahan porselen yang lebih tahan lama, biayanya mulai dari 4 juta hingga 10 juta rupiah tiap gigi.

Selain harganya yang cukup mahal, adanya kemungkinan bahaya veneer gigi yang muncul juga bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum mencoba metode kecantikan yang satu ini. Jika Anda masih ragu untuk mencobanya, mengapa tidak mencoba cara alami memutihkan gigi yang bisa Anda coba di rumah.

Salah satunya dengan menggunakan baking soda. Caranya, cukup tambahkan 1 sendok teh baking soda dengan 2 sendok teh air. Aduk merata hingga berubah menjadi pasta yang kental. Oleskan campuran tadi pada gigi selama 2-3 sehari. Anda dapat melakukannya sekali dalam seminggu untuk mendapatkan gigi yang putih bak mutiara.

Selain itu, siapa sangka kulit pisang juga bisa digunakan untuk memutihkan gigi? Selain buahnya yang bermanfaat bagi tubuh, menggosokkan kulit pisang ke gigi selama 3 menit, gigi akan langsung terlihat lebih bersih, lho!

Nah, kini tinggal Anda memilih untuk mencoba metode yang alami atau buatan untuk mendapatkan gigi yang putih bersih. Selamat mencoba!