Menkopolhukam dan Mensos Pimpin Rapat Tanggap Darurat ‎

49
kali tampilan.

LOMBOKita – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan  (Menkopolhukam) RI, H.Wiranto dan Menteri Sosial RI, Idrus Marham memimpin rapat tanggap darurat bencana gempa yang terjadi di NTB, Senin malam (6|8). Dengan bertempat di Kantor Gubenur NTB.

Hadir dalam kegiatan itu Gubenur NTB, KHM.Zainul Majdi,Kasum TNI, Laksda TNI, Didit Hendriawan,Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, Kapolda NTB, Irjen. Pol. Ahmad Juri, Danrem 162 WB, Kolonel.CZI Ahmad Rizal Ramdhani bersama seluruh OPD Pemprov NTB, Perangkat Kementerian Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menpolhukam, Wiranto dalam arahannya menegaskan dirinya diperintahkan Presiden RI untuk menentukan langkah-langkah cepat berkordinasi dengan Gubernur besarta Pangdam dan Kapolda tanggap bencana di NTB.

Termasuk  mensinkronkan temuan di lapangan karena penyelesaian pasca bencana tidak cukup 1-2 hari. Sehingga kedepannya ‎kedepannya akan diorganisir siapa berbuat apa dan tugasnya seperti apa.

”  Pertama tindakan cepat evakuasi masyarakat yang meninggal sampe sore ini menjadi 104 orang, pihaknya berharap agar korbannya tidak bertambah,” tegasnya.

Ia menambahkan tenaga manusia perlu didukung eksavator baik dari Pemda maupun pengusaha, dari TNI juga akan mengirimkan alat berat dari Zipur Kostrad yang mana dengan alat tersebut mempercepat proses evakuasi.

” Kita harus bergerak cepat dan tepat untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban yang masih mengalami rerutuhan puing-puing bangunan,”ujarnya.

Sementara itu Mensos RI, Idrus Marham mengatakan dirinya  menyampaikan kepada Forkopimda bahwa secara umum yang perlu diatasi adalah kepanikan masyarakat dan touris atau wisatawan.

Karena andaikata malam ini (Senin malam,red)  ada berita dari BMKG lebih baik umumkan perkiraan keadaan yang real dan nyata, tsunami adalah ukurannya sentimeter, potensinya sangat berbahaya walaupun air naik sekian sentimeter.

Mengingat efeknya membuat panik masyarakat beserta para wisatawan yang berlibur di NTB, sehingga  dirinya  meminta untuk segera melakukan pers rilis dan pengumuman tidak adanya tsunami sehingga dapat menenangkan masyarakat dan mereka bisa bergerak mengurus dirinya sendiri serta tidak panik.

” Segera umumkan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ada tsunami sebagaimana isu yang berkembang,” pinta Idrus Marham.

Selain itu, lanjutnya  Ada jaminan yang berkesinambungan terhadap masyarakat, kebutuhan masyarakat yang diperlukan di posko akan didistribusikan oleh Kemensos.

Dan apabila sekiranya Kab/Kota di NTB ini sudah tanggap darurat, maka pihaknya hanya tinggal melakukan koordinasi. Rekonstruksi rehab rumah memerlukan waktu dan keterlibatan kementrian PU akan tetapi pihaknya akan mengkordinasikan bersama.

” Dijadwalkan pemberian bantuan khusus kepada korban yang meninggal, bantuan berupa beras dan sembako juga akan segera diproses,” ujar Mensos RI.

Sementara Gubenur NTB, KHM.Zainul Majdi meminta pemerintah daerah bersama semua unsur harus dalam satu pengendalian.Apalagi SK tanggap darurat sudah dikeluarkan dan kendalikan secara utuh karena musibah ini lintas kabupaten.

Untuk itulah dirinya berharap agar kejadian ini dijadikan momentum kebersamaan dalam bekerja dan berdoa bersama agar bencana ini tidak terjadi lagi di wilayah NTB.Meskipun terjadi lagi maka tentu pihaknya bersama intansi lainnya sudah memiliki sistim dan langkah pencegahan kedepannya.

” Dirinya sebagai pengendali utama di pemerintah tentu akan menugaskan kepada Danrem sebagai pengendali dilapangan,karena TNI memiliki tingkat kecakapan dilapangan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Gubenur meminta kepada semua organisasi perangkat turun dan mulai bekerja untuk merumuskan dan mendiskusikan bantuan serta lakukan penggalangan kepada seluruh pihak untuk memaksimalkan tanggap bencana baik proses evakuasi dan rekontruksi.

” Pihaknya meminta kepada pejabat publik di NTB untuk mendahulukan kepentingan umum dengan menyeimbangkan kepentingan pribadi,” pinta Zainul Majdi.

Keterangan Foto Kegiatan rapat tanggap darurat bencana gempa bumi di NTB.