Menteri PPPA Jelaskan Program Desa Wisata Ramah Anak di Lombok Tengah

44
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memprogramkan lima isu prioritas pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagaimana diamanahkan Presiden RI, Joko Widodo dalam mewujudkan desa wisata ramah anak dan bebas eksploitasi di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

“Kami akan melakukan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian maupun lembaga, organisasi perempuan dan stakeholder yang ada di Lombok Tengah,” jelas Menteri PPPA, Bintang Puspayoga saat berkunjung ke Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, “Rabu (22/01/2020).

Lima isu prioritas yang menjadi fokus pembangunan PPPA berdasarkan arahan Presiden RI itu antara lain, mewujudkan pedesaan wisata ramah anak dan bebas eksploitasi di Desa Kuta. Terlebih, Desa wisata Kuta sendiri dicanangkan sebagai ikon projek pedesaan wisata ramah anak dan bebas eksploitasi.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga saat berkunjung ke Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, “Rabu (22/01/2020). / foto: Ist

“Untuk mewujudkannya, kita perlu melakukan peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak. Kelima program tersebut harus mampu kita implementasikan,” kata Bintang Puspayoga.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada 3 Kepala Desa terkait program pemberdayaan perempuan. Apresiasi tersebut diberikan ketika peringatan hari ibu. Terpilihnya 3 Kepala desa itu dikarenakan telah memprogramkan responsif gender dengan memberdayakan perempuan.

Loading...

“Ketiga kepala desa yang kami pilih merupakan perwakilan dari Indonesia bagian Timur, Tengah, dan Barat. Mereka telah memprogramkan responsif jender dengan memberdayakan perempuan,” jelasnya.

Pada saat hari anak nanti, pihaknya akan mencari Kepala Desa yang mampu memprogramkan perhatian dan perlindungan hak anak. Pihaknya sendiri berharap Pj. Kades Kuta mampu mewujudkan semua itu.

“Kami berharap dengan dilaunchingnya Desa Kuta sebagai pedesaan wisata ramah anak dan eksploitasi anak, Pj. Kades mampu membuat program perhatian dan perlindungan hak anak. Dari manapun anak itu tinggal, kita wajib lindungi dan penuhi kebutuhannya. Kami berharap Pj. Kades Kuta mau menganggarkan anggaran Desa sekian persen untuk itu. Kami juga berharap Pemda menginstruksikan kepada semua Kelurahan/desa agar mengikutsertakan anak ketika Musrenbang. Sebab, mereka juga berhak menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam segala pembangunan,” tegasnya.

Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan, pedagang asongan yang masih ada di Desa Kuta jangan sampai tidak sekolah. Karena kalau tidak sekolah, akan mengakibatkan angka IPM di daerah ini akan menurun. Tak hanya itu, kesehatan anak juga berpengaruh terhadap penurunan IPM. “Kami tentu tidak mengharapkan itu. Anak-anak kita ini harus tetap sekolah. Kesehatan mereka juga harus kita perhatikan,” katanya.

Untuk diketahui, kata Pathul, pelatihan untuk anak di Desa Kuta telah terbentuk. Prinsipnya sama dengan proses pendisiplinan di Sekolah Ramah Anak yang dilakukan tanpa merendahkan martabat peserta didik dan tanpa kekerasan. Pelatihan tersebut merupakan binaan Pemdes Kuta. Namun semua itu perlu koordinasi dan menjalin komunikasi dengan lembaga layanan seperti P2TP2A, UPPA POLRI, KPAD, dan Pusaga untuk menindak lanjuti kekerasan anak dan pernikahan anak usia dini,” ungkapnya.

Pihaknya sendiri telah menganalisa untuk 10 atau 20 tahun ke depan Loteng akan seperti apa. Sehingga masyarakat, khususnya anak perlu dibina agar sejahtera, aman dan damai. Terlebih, berbagai pembangunan dan event bertaraf internasional akan berlangsung di Loteng. Untuk itu, pihaknya mulai saat ini harus mempersiapkan SDM yang cukup mempuni untuk menyambut kemajuan Loteng.

“Semua itu tidak terlepas dari peran semua pihak. Apalagi, anak-anak kita ini wajib kita perhatikan dan lindungi. Karena, merekalah nantinya yang akan menjadi generasi penerus pembangunan di daerah ini,” tungkasnya.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.