Menuju New Normal, Ponpes Program Tahfidz di Lotim Siap Dibuka

60
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKits – Adanya wacana untuk membuka kembali proses belajar mengajar di Pondok pesantren (ponpes), Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur mengundang 152 pimpinan Pondok pesantren untuk menghadiri rapat koordinasi yang dihadiri Sekda HM Juani Taofik.

Sekda Lotim HM Juani Taofik di hadapan pimpinan Ponpes mengatakan, pemerintah saat ini sedang mempromosikan new normal atau menormalan baru dalam meningkatkan kembali produktivitas.

“Menuju New Normal ini, ada syarat yang harus dipenuhi untuk pelaksanaan kenormalan baru seperti kemampuan gugus tugas untuk mengendalikan kasus,” ungkapnya.

untuk memulai proses belajar mengajar di Ponpes, menurut Tauofik, pimpianan pondok harus menyiapkan fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan untuk menampung jumlah penderita jika terjadi siatuasi yang tidak diinginkan,

” di Provinsi NTB ini, belum ada satupun kabupaten/ kota yang dapat melaksanakan New Normal karena masih adanya penambahan kasus,”jelasnya.

Loading...

sementara Lombok Timur hingga saat ini menurut Sekda, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan positif sebanyak 99 kasus.

Angka ini masih jauh dari prediksi yang menyebutkan bahwa Lombok Timur sebagai tempat munculnya kasus pertama dan memiliki jumlah penduduk terbanyak di NTB, jumlah kasusunya pada Juni akan mencapai 500 kasus.

Sekda yang merupakan sekretaris gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur juga menyampaikan bahwa faktor Pondok Pesantren menjadi poin penting dalam pengendalian kasus di Lombok Timur.

Munculnya kasus pertama di Ponpes menyebabkan ruang gerak penularan yang terbatas. Sehingga ketika ada kasus dan Ponpes langsung di Lockdown maka kasus tidak menyebar secara massif.

Belajar dari itu pula Juaini mengingatkan Pembukaan Pondok Pesantren tetap harus dibarengi protokol ketat pencegahan Covid-19.

Saat membuka Ponpes, masing-masing pengurus atau pimpinan pondok pesantren harus mengajukan kesiapannya untuk membuka pondok dengan catatan telah mempersiapkan fasilitas seperti thermogun, fasilitas cuci tangan, dan menjaga jarak fisik, serta tetap mengenakan masker.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupatan Lombok Timur H Azharuddin, dihaspan pimpinan Ponpes mengatakan, adanya wacana Pemkab membuka Ponpes ini dapat dimanfaatkan untuk mengejar serapan dan kurikulum.

Sebab bagaimana pun proses belajar di Ponpes yang memiliki asrama tentunya akan sangat berbeda jika dilakukan di rumah.

Tidak saja dari segi pengawasan dan disiplin tapi juga suasana kebatinannya.

” Dari 152 Ponpes ini, untuk pertama kali yang akan di buka yaitu Ponpes yang memiliki asrama dan memiliki program tahfidz, Multi-lingual, pembacaan kitab kuning,,” sebutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.