Milenial Berpeluang Jadi Generasi Penular Covid-19 Terbesar

53
kali tampilan.
Ilustrasi milenial yang diduga menjadi generasi penular Covid-19 terbesar di Indonesia. ( Foto: istimewa )
Loading...

LOMBOKita – Generasi milenial kembali diingatkan untuk berperan aktif dalam pencegahan penyebaran dan penularan virus korona (Covid-19). Caranya, patuhi imbauan jaga jarak (social distancing), perangi disinformasi (hoax), dan berkontribusi sesuai kemampuan yang ada.

Staf Khusus Milenial Presiden Republik Indonesia, Adamas Belva Syah Devara mengatakan, generasi muda menjadi generasi penular Covid-19 terbesar. Oleh karena itu, anak muda harus perlu lebih peduli dan membantu pencegahan penularan virus yang telah menjadi pandemi dunia ini.

Pernyataannya tersebut didasari kasus yang terjadi di Korea Selatan. Dari tes yang dilakukan pada hampir 250.000 orang, sebanyak 30% kasus adalah usia 20-29 tahun atau generasi muda. Jumlah ini tiga kali lebih besar dari usia 30-39 tahun dan dua kali lebih besar dari usia 40-49 tahun.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

“Penyakit ini harus dibasmi, banyak anak muda yang masih meremehkan. Dia tidak tahu bahayanya karena anak muda ini berpotensi menularkan virus ke orang tua atau kakek neneknya,” kata Belva Syah Devara dalam telekonferensi dari Kantor BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Founder Ruang Guru ini, prihatin ketika melihat anak-anak muda yang masih wara-wiri dan meremehkan Covid-19, sehingga virus menyebar dengan cepat.

Loading...

“Kita harus sadari, kita generasi penular terbesar,” ucapnya dilansir dari BeritaSatu.

Belva yang juga telah menerapkan kerja dari rumah (work from home) ini mengingatkan generasi muda untuk mematuhi imbauan jaga jarak sosial dan menghindari nongkrong-nongkrong.

Yang perlu dilakukan anak muda adalah lebih berkontribusi untuk mematuhi imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah.

Selain mematuhi imbauan pemerintah, Belva juga meminta dalam situasi pandemi Covid-19 ini, anak muda harus menyaring informasi agar tidak menyebar hoax. Anak muda menurutnya, lebih banyak punya akses informasi alias tidak gagap teknologi.

“Jika ada disinformasi jangan disebarkan, cek sumber terpercaya dan stop di Anda,” ucapnya.

Hal lain yang juga perlu dipahami, hentikan perdebatan terkait Covid-19. Sudah waktunya mengerahkan seluruh tenaga mencegah penyebaran virus ini. Sekecil apapun sumbangsih generasi muda seperti menggalang donasi, atau berdonasi.

Saat ini sudah banyak startup yang menggalang donasi dengan caranya masing-masing. Beberapa di antaranya memberikan tip lebih bagi ojek online, atau memberi makan siang gratis. Hal ini sederhana, tetapi kata dia sangat dibutuhkan.

“Menyalakan lilin lebih baik daripada mengutuk kegelapan,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.