Miris, Madrasah di KLU Ini Nyaris Roboh, Pemda Kemana?

86
kali tampilan.

LOMBOKita – Pembangunan sumberdaya manusia di Kabupaten Lombok Utara sedang gencar digalakkan, namun di beberapa tempat peningkatan mutu belum disertai dengan tempat yang layak dijadikan sekolah.

Pendidikaan selayaknya mempunyai tempat yang memadai agar anak didik bisa nyaman menuntut ilmu. Namun hal ini tidak terlihat di salah satu madrasah Istidadudarain yang ada di Desa Medana Kecamatan Tanjung ini.

Pantauan Lombokita.com, baru masuk saja di sekitar madarasah ini kondisinya sangat memprihatinkan, beberapa blok bangunan sekolah sudah tidak mempunyai kaca jendela. Bahkan, ada juga ruangan belajar tidak mempunyai daun pintu. Hanya ada bangku meja yang keadaannya sudah tidak layak pakai. Atap bangunan juga bocor dan beberapa bagian tembok sudah retak. Lebih parah lagi, bangunan madrasah ini sudah miring dan nyaris roboh.

Meski demikian, sekolah ini terus menerima siswa setiap tahun. Bahkan, jumlah peserta didik terus mengalami peningkatan.

Tahun 2017 ini, jumlah murid madrasah ini sebanyak 200 orang, meningkat dari tahun 2016 lalu yang hanya 140 orang. Dari 200 siswa tersebut terdapat 150 orang yang mondok di madrasah.

Pengurus pondok, ustaz Wildan menjelaskan, sejak pondok ini berdiri pada tahun 1995 sampai sakarang belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah daerah maupun Kementerian Agama Lombok Utara.

“Kondisi sarana dan prasarana madrasah ini sudah tidak layak pakai lagi, tetapi apa boleh buat, pemerintah daerah belum memberikan bantuan. Padahal murid di madrasah ini cukup banyak, dan hamper puluhan orang siswa berasal dari luar daerah seperti Bali,” kata ustaz Wildan.

Lembaga pendidikan ini, kata ustaz Wildan, membuka jenjang pendidikan Madrasah Ibtida’iyah sampai Madrasah Aliyah dengan beberapa program unggulan seperti “Qiro’ah”.

Salah seorang wali santri Pauzan Azima yang kebetulan menjenguk anaknya di pondok mengatkan, walaupun kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan, namun kurikulum Alquran di sekolah ini sangat bagus yang membuat madrasah ini menjadi pilihan untuk anaknya.

Ia berharap kepada pemerintah daerah maupun Kementrian Agama Lombok Utara sebagai leading sektor madrasah di Lombok Utara lebih peka terhadap madrasah di daerahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here