Mohan Perintahkan Lurah Bagikan Kartu BPNT

LOMBOKita – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menginstruksikan seluruh lurah untuk segera membagikan 9.207 kartu Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) kepada para penerima manfaat yang semula ditunda karena bermasalah.

“Tanggal 31 Juli 2017, semua kartu BPNT harus terdistribusikan ke keluarga peneriman manfaat (KPM),” kata Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana seusai memimpin rapat koordinasi tentang pendistribusian kartu BPNT bagi KPM Beras Sejahtera (Rastra) di Mataram, Kamis.

Wakil Wali Kota yang didampingi Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, berdasarkan SK Menteri Sosial Nomor 339/2016, disebutkan jumlah KPM di Kota Mataram sebanyak 25.680 kepala keluarga (KK).

Dari jumlah itu, sebanyak 10.230 KK merupakan KPM dari Program Keluarga Harapan (PKH), dan 15.450 KPM non-PKH dan banyak yang bermasalah, serta kartu BPNT belum dibagikan adalah KPM non-PKH yang jumlahnya 9.207 KK.

“Permasalahannya, ada kesalahan penulisan nama, tanggal lahir, alamata kurang tepat sehingga belum dibagikan oleh aparat kelurahan karena dikhawatirkan bisa memicu masalah baru,” katanya.

Terkait dengan itu, setelah dilakukan evaluasi hari ini, pemerintah kota memberikan kebijakan agar semua kartu KPM yang belum terdistribusikan dibagikan segera hingga tanggal 31 Juli 2017.

Kalaupun ada kesalahan nama, alamat atau tanggal lahir, pihak kelurahan diminta untuk membuatkan surat keterangan apabila penerima dalam kartu BPNT yang dimaksudkan adalah benar KPM bersangkutan.

“Setelah didistribusikan, KPM yang sudah menerima kartu BPNT diberikan kesempatan untuk mencairkan bantuannya pada minggu pertama bulan Agustus 2017,” ujarnya.

KPM dapat mencairan BPNT pada warung gotong-royong atau “warong elektronik” dan BRILink yang tersebar di sejumlah kelurahan se-Kota Mataram.

Sesuai ketentuan, KPM berhak menerima 10 kilogram beras dan dua kilogram gula pasir. Namun, dalam pencairannya masyarakat diberikan kebebasan mengambil bantuan sesuai dengan kebutuhan.

“KPM bisa juga mengambil setengahnya, sisanya dapat diambil lagi saat dibutuhkan,” katanya.

Mengenaig kualitas, Asisten I Setda Kota Mataram mengatakan bahwa Bulog menjamin bahwa mutu beras dan gula pasir sesuai standar.

“Bulog menjamin tidak ada beras oplosan, karena NTB penghasil beras,” katanya. ant

Komentar Anda