Musim Hujan Tahun 2020-2021 Diprediksi Datang Terlambat

Oleh : Anas Baihaqi Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat

6051
kali tampilan.
Ilustrasi musim hujan
Loading...

LOMBOKita – Musim kemarau di Provinsi NTB memang sedang berada di puncaknya. Terpantau dari suhu udara dirasakan yang semakin lama semakin dingin, dan dari semakin banyaknya daerah di seantero Bumi Gora yang tidak pernah merasakan segarnya hujan selama puluhan hari berturut-turut.

Bahkan tertanggal 10 Agustus 2020, BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat melalui Peringatan Dini Iklim Ekstrim (PDIE), melaporkan bahwa beberapa kecamatan mengalami kondisi Kekeringan Ekstrim (Extreme Drought) karena sudah tidak pernah hujan selama lebih dari 2 bulan berturut-turut.

Kecamatan yang terpantau berada di dalam kondisi ini antara lain Kecamatan Jerowaru, Wanasaba dan Sambelia (Kabupaten Lombok Timur), Kecamatan Jereweh dan Brang Ene (Kabupaten Sumbawa Barat), Kecamatan Utan, Sumbawa, Lape, Labuhan Badas, Batu Lanteh, Buer, Moyo Utara dan Moyo Hilir (Kabupaten Sumbawa), Kecamatan Kilo, Kempo dan Pajo (Kabupaten Dompu), serta Kecamatan Wawo (Kabupaten Bima).

Di antara wilayah kecamatan yang berada dalam kondisi kekeringan ekstrim tersebut, Kecamatan Kempo dan Pajo di Kabupaten Dompu adalah 2 kecamatan yang menderita kekeringan terparah karena sudah 82 hari berturut-turut tidak pernah hujan.

Loading...

Jika ditinjau dari panjangnya hari kering yang diderita, yaitu lebih dari 2 bulan tidak pernah mengalami hujan, daerah-daerah tersebut dikategorikan ke dalam level peringatan dini “AWAS”. Dimana level ini merupakan level peringatan dini dengan keadaan kekeringan terparah menurut standar peringatan dini kekeringan meteorologis.

Menyusul di belakangnya daerah-daerah dengan level peringatan dini “SIAGA” yang termonitor sudah tidak pernah diguyur hujan selama lebih dari 31 hari berturut-turut. Daerah-daerah tersebut antara lain beberapa kecamatan di Kabupaten Dompu seperti di Kecamatan Hu’u dan Manggalewa, Kecamatan Bolo, Parado, Sanggar, Soromandi dan Tambora di Kabupaten Bima, Kecamatan Bayan, Gangga dan Tanjung di Kabupaten Lombok Utara, beberapa kecamatan di Kabupaten Sumbawa seperti Alas, Alas Barat, Empang, Lenangguar, Orong Telu, Plampang dan Sumbawa, serta Kecamatan Maluk dan Sekongkang di Kabupaten Sumbawa Barat.

Daerah “SIAGA” ini, sesuai dengan level peringatannya, tentu harus bersiaga menyambut kondisi yang akan semakin memburuk jika hujan tidak kunjung turun di wilayahnya.

Menurut hasil prakiraan Awal Musim Hujan (AMH) Tahun 2020 / 2021 oleh BMKG, nampaknya masyarakat harus lebih bersabar lagi dalam menghadapi kondisi kekeringan ini dikarenakan musim hujan yang diprediksi akan datang terlambat.

Diprediksi musim hujan di Provinsi NTB akan masuk secara bervariasi pada kisaran awal November hingga pertengahan Desember 2020. Dimana wilayah yang diprediksi paling awal memasuki musim hujan pada awal November adalah Kota Mataram beserta sebagian Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, serta wilayah Taman nasional Gunung Rinjani. Sedangkan wilayah yang diprediksi paling akhir memasuki musim hujan pada pertengahan Desember 2020, adalah wilayah Kabupaten Lombok Timur bagian utara, serta seluruh wilayah Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima.

Prakiraan AMH untuk Provinisi NTB ini secara umum mundur 1 hingga 2 Dasarian (periode 10 harian), atau 10 hingga 20 hari lebih terlambat jika dibandingkan dengan kebiasaannya. Karena jika ditinjau dari kondisi rata-rata, AMH NTB akan masuk pada kisaran akhir Oktober hingga awal Desember. Namun AMH pada Tahun 2020 / 2021 kali ini diprediksi akan bergeser pada kisaran awal November hingga pertengahan Desember 2020.

Kondisi kekeringan ditambah dengan prediksi akan terlambatnya musim hujan, menuntut adanya kesiapsiagaan dan antisipasi dari masyarakat dari kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat ditimbulkan karena kekeringan. Masyarakat juga patut waspada terhadap perubahan cuaca sewaktu-waktu yang terjadi secara tiba-tiba di tengah periode musim kemarau.

Masih ada potensi curah hujan ekstrim yang dapat terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat disertai dengan angin kencang. Fenomena ini seringkali terjadi pada periode peralihan musim kemarau menuju musim hujan ataupun sebaliknya.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.