Ketua II PB NW Pancor, H. Najmul Akhyar

LOMBOKita – Ketua II Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Dr. H. Najmul Akhyar secara gamblang mengungkap alasan kenapa organisasi Nahdlatul Wathan terjun ke dunia politik.

Hal tersebut diungkapkan H. Najmul Akhyar di Mushalla Al Abror Pancor Lombok Timur, Ahad (31/12/2017) saat memberikan sambutan pada acara Hiziban Akbar dan Doa bersama Keluarga Besar Nahdlatul Wathan untuk suksesi Pilkada serentak di Nusa Tenggara Barat, baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta beberapa kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada serentak tahun 2018 di NTB.

Di hadapan ribuan warga Nahdlatul Wathan yang hadir pada saat itu, Najmul Akhyar yang saat ini menjadi Bupati Lombok Utara mengutif perkataan Presiden Turki Recep tayyib Erdogan, bahwa apabila orang Islam yang baik tidak terjun ke politik, maka akan dipimpin oleh orang-orang yang tidak peduli dengan Islam.

Bupati Lombok Utara ini menegaskan, bahwa perjuangan organisasi Nahdlatul Wathan tidak terbatas, perjuangan dan dakwah juga bisa dilakukan melalui jalur politik yang dilandasi Iman dan Taqwa. Bukan untuk meraih kekuasaan semata.

“Niat awal adalah untuk melanjutkan perjuangan NW dan menegakkan ajaran-ajaran Islam, sehingga dalam menjalankan kekuasaan itu tidak melenceng dari garis-garis ajaran Islam,” ungkap Najmul Akhyar.

Diakui Najmul, politik kadang dianggap kurang baik oleh sebagian orang, tetapi menurutnya, politik dalam sebuah organisasi merupakan bagian yang sangat penting.

“Itulah sebabnya, NW mengutus kader terbaik untuk ikut dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, baik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun pada perhelatan politik Bupati dan Wakil Bupati di beberapa daerah,” kata Najmul.

Selain itu, Najmul mengungkapkan, selaku Ketua II PB NW, Najmul Akhyar yang diembankan amanah sebagai Koordinator pembangunan dan perjuangan NW untuk wilayah Jawa dan Sumatera ini mengungkapkan, semangat perjuangan NW hingga saat ini mulai diterima oleh masyarakat di nusantara ini. Terbukti dengan banyaknya warga di pulau Jawa dan Sumatera yang mewakafkan lahan berupa tanah untuk perjuangan ormas yang didirikan pahlawan nasional Almagfurulahu Maulanasyeikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid itu.

“Semangat hasil perjuangan dan dakwah NW mulai diterima oleh masyarakat Indonesia, bukan saja oleh warga NW tetapi seluruh masyarakat yang ada di republik ini,” kata Najmul.

“Beberapa waktu lalu kita mendapat wakaf dari salah seorang warga Madura, Bogor dan Bekasi. Insya Allah dalam waktu dekat juga akan dilakukan seremonial penyerahan tanah wakaf dari warga Solo untuk perjuangan NW,” imbuh Najmul.

Komentar Anda