LOMBOKita – Inovasi baru diterapkan managemen Novotel Lombok. Hotel Resort dan villas yang berada di kawasan wisata Pantai Kuta Lombok Tengah ini mengganti sedotan minuman yang sebelumnya berbahan plastik ke bahan bambu.

Menurut General Manager Novotel Hotel Lombok, Jan Kroeckel, penggunaan sedotan berbahan bambu ini untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini banyak disebabkan sedotan berbahan plastik, sehingga lingkungan bisa terhindari dari sampah plastik.

“Baru kita yang memulai penggunaan sedotan berbahan bambu ini. Mudahan cara ini efektif untuk mengurangi sampah plastik yang bertebaran di sekitar kita,” kata Jan Kroeckel saat peluncuran penggunaan sedotan berbahan bamboo di Novotel Hotel Lombok, Sabtu (21/4/2018) sore.

Kroeckel menyebutkan, penggunaan sedotan bambu ini merupakan inisiatif sendiri dari pihak manajemen Novotel Hotel Lombok yang bertujuan untuk membuat mengurangi sampah plastik dan lebih ekonomis.

“Kita tahu bahwa kalau sampah plastik kan hanya sekali pakai terus dibuang, sementara jika menggunakan sedotan bambu bisa digunakan berulang kali hingga benar-benar rusak dan diganti dengan sedotan yang baru,” jelas Kroeckel didampingi Manajer Food and Bavarege Zainul Bahar.

Inspirasi penggunaan sedotan bambu ini, menurut Kroeckel, karena sering kali menemukan sampah-sampah plastik terutama sisa sedotan minuman yang berserakan di kawasan parwisata, khususnya di sepanjang garis pantai. Karenanya, terpikir membuat terobosan baru bagaimana agar mengurangi sampah-sampah plastik itu sehingga tidak lagi mengakibatkan pencemaran lingkungan, baik di daratan maupun di air laut.

Peluncuran penggunaan sedotan minuman berbahan bambu dengan tema Banning All Plastic Straws ini, pihak Novotel Hotel Lombok mengundang sejumlah tamu yang menginap di hotel dan kalangan wartawan yang bertugas di daerah ini untuk mencoba menggunakan sedotan berbahan bambu kecil yang telah dikemas rapi.

Untuk sementara, produksi sedotan berbahan bambu ini didatangkan dari pulau Bali sampai ada perusahaan lokal Lombok yang memproduksi sedotan berbahan bambu.

Kroeckel kembali menyebutkan, penggunaan sedotan berbahan bambu ini memang terlihat sederhana, namun membutuhkan perawatan dan cara membersihkan tertentu sehingga tetap steril dan layak digunakan kembali.

“Tentu kami telah memiliki cara-cara tersendiri untuk merawat dan membersihkan sedotan ini sehingga benar-benar bersih, steril dan layak digunakan lagi oleh konsumen lain,” tanda Kroeckel.

Program sedotan berbahan bambu ini, menurut Kroeckel, akan terus dikembangkan hingga lingkungan sekitar pariwisata benar-benar bersih dari sampah plastik.

Bagaimana respons pengunjung dengan penggunaan sedotan bambu?, Jan Kroeckel menjelaskan, beberapa tamu yang hadir dalam peluncuran Banning All Plastic Straws itu mengaku apresiasi dan senang menggunakannya.

“Karena ini hari pertama penggunaannya, kami belum mengetahui bagaimana respons pengunjung secara menyeluruh,” katanya.