NTB Berduka, TGB Teteskan Air Mata di Hadapan Puluhan Ribu Jamaah

Mari kita memohon kepada Alloh agar musibah ini dicukupkan sampai hari ini

21821
kali tampilan.

LOMBOKita – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Muhammad Zainul Majdi meneteskan air mata di hadapan puluhan ribu jamaah Nahdatul Wathan (NW) saat pengajian akbar Hultah NWDI ke-83 di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdatiain (YPH PPD) NW Pancor, Minggu (29/7/2018).

Linangan air mata Gubernur Hafiz Al-qur’an ini setelah menerima laporan sejumlah warga di tiga kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Timur dan Sumbawa terkena dampak gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok pada Minggu pagi.

Gubernur NTB dua periode ini tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat menyampaikan tausiyah kepada jamaahnya pada perayaan Hultah NWDI yang dirangkai dengan Haul Meninggalnya pendiri NW yang juga kakek kandung TGB Zainul Majdi yakni Almagfurulahu Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madji. Sesekali TGB menghentikan pidatonya sambil menghapus air mata.


Baca berita lainnya:

“Saya merasa sedih dan prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat kita di KLU, Lombok Timur dan Sumbawa,” kata TGB pada acara yang dihadiri sejumlah ulama pemimpin umat Islam yang datang dari berbagai penjuru dunia itu.

Gubernur Zainul Majdi menjelaskan, saat ini NTB dalam suasana berduka, karena ada musibah yang tidak bisa dihindari dan itu sudah merupakan ketetapan Alloh. Terlebih, gempa itu terjadi beberapa kali susulan. Saat pengajian Hultah itu pun, beberapa kali jamaah serentak melapazkan takbir saat merasakan getaran gempa.

“Saya terus memonitor perkembangan musibah gempa yang terjadi, terutama adanya laporan korban jiwa dan kerusakan rumah,” ujar Gubernur yang kerap dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) ini.

Oleh karena, Gubernur alumni Universitas kesohor Al-Azhar di Kairo itu berharap agar korban musibah gempa yang mengalami luka segera diberikan kesembuhan. Pemerintah provinsi dan daerah akan segera turun membantu korban gempa.

“Mari kita memohon kepada Alloh agar musibah ini dicukupkan sampai hari ini, semoga tidak ada lagi musibah pada hari-hari berikutnya,” ucap cucu Pahlawan Nasional Maulana Syeikh ini sambil berlinang air mata.

1 KOMENTAR

Comments are closed.