NTB Inginkan Harga Cabai Petani Rp17.000 / Kg

LOMBOKita – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menginginkan agar Kementerian Pertanian menetapkan harga dasar pembelian cabai di tingkat petani Rp17.000 per kilogram sehingga ada keuntungan yang adil bagi produsen.

“Harga cabai yang kami inginkan sudah dihitung menggunakan tiga metode analisa,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnul Fauzi, di Mataram, Senin.

Ia menyebutkan metode penghitungan yang digunakan adalah analisis SWOT, yakni kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats).

Selain itu, metode B/C Ratio (Benefit Cost Ratio), yakni ukuran perbandingan antara pendapatan (Benefit = B) dengan total biaya produksi (Cost = C).

Metode lainnya adalah menggunakan analisis Break Even Point (BEP), yakni suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan.

“Setelah kami hitung, harga dasar pembelian cabai di tingkat petani saat ini idealnya 17.000/kg. Petani diuntungkan, konsumen tidak dirugikan,” ujarnya.

Pihaknya saat ini sedang menunggu tanda tangan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi terkait surat permohonan harga dasar pembelian cabai yang akan dikirim ke pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi NTB mengajukan usulan karena cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi ketika di luar musim. Namun pada saat panen raya harga salah satu bumbu dapur tersebut relatif rendah atau tidak sebanding dengan kerja keras petani.

Husnul menyebutkan harga cabai rawit di tingkat petani saat ini di kisaran Rp15.000/kg. Namun diperkirakan harga bisa turun pada saat panen raya yang akan terjadi pada September 2017.

“Panen raya cabai terjadi pada musim kemarau II atau September, di situ harga bisa jatuh. Tapi pada musim tanam padi (Desember), harga bisa melambung seperti tahun lalu Rp50.000/kg,” katanya.

Menurut dia, perlunya harga dasar pembelian cabai di tingkat petani agar mengikuti komoditas bawang merah yang sudah ditetapkan harga pembelian dasarnya sebesar Rp22.500/kg, dan bawang putih Rp22.000/kg.

Dengan adanya harga dasar pembelian juga akan memotivasi para petani untuk terus menanam guna memenuhi kebutuhan lokal dan nasional yang terus meningkat.

Husnul menyebutkan potensi lahan cabai di NTB mencapai 25.000 hektare, namun yang sudah ditanami sekitar 15.000 hektare. Sentra terbesar adalah di Kabupaten Lombok Timur.

“Cabai yang diproduksi petani di Pulau Lombok, banyak dikirim ke Jakarta dan Pulau Jawa serta provinsi lain. Ini juga perlu diatur,” ucapnya. ant

Komentar Anda