NTB Raih Penghargaan Desa Inovatif Terbaik Nasional

Penilaian lomba desa di Kantor Desa Lingsae Kec. Narmada, Lombok Barat

LOMBOKita – Dua wilayah di Nusa Tenggara Barat, yakni Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan Kota Mataram dan Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, pada lomba desa dan kelurahan yang diselenggarakan oleh Kementerian Daalam Negeri dinobatkan sebagai desa dan kelurahan terbaik tingkat nasional.

“Dinobatkannya Keluaran Banjar dan Desa Lingsar tersebut merupakan sejarah baru bagi daerah kita, mengingat selama ini NTB belum pernah meraih predikat terbaik untuk kelurahan dan desa sekaligus. Bahkan tahun lalu, kita hanya menempati urutan harapan untuk tingkat nasional,” kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Catatan Sipil, H Rusman, selaku ketua Tim Pemilihan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi NTB di Mataram, Minggu (20/8).

Lomba yang digelar pada tanggal 10-12 Agustus 2017 itu merupakan ajang tahunan untuk memilih desa atau kelularahan yang memiliki inovasi dan memenuhi kritaria yang telah ditetapkan kementerian dalam negeri, khusus di regional IV. Yakni bersama Provinsi Papua, Maluku dan NTT.

Rusman menjekaskan terpilihnya kedua desa dan kelurahan itu berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Nomor 410-5638 tahun 2017. Dikatakannya, Desa Lingsar dan Kelurahan Banjar telah mewakili NTB karena memiliki kelebihan dan keunggulan.

Desa Lingsar misalnya, memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikan desa tersebut sebagai juara tingkat nasional, yakni memiliki radio konseling remaja, aplikasi sistem informasi desa dan pelayanan administrasi onlinem Masayakarat dapat mencetak (print) di rumah. Selain itu, Desa Lingsar memiliki inovasi Website desa dengan jumlah pengunjung lebih dari 10.000, serta mengembangkan hot spot/internet gratis.

“Ini sudah melalui seleksi yang ketat di tingkat provinsi. Sehingga layak desa ini menjadi juara di tingkat nasional,” ujar Rusman yang saat ini menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB.

Sedangkan, untuk Kelurahan Banjar layak menjadi juara tingkat nasional mengingat keluaran ini sudah memiliki inovasi yang belum dimiliki oleh kelurahan lain. Yakni, kelurahan ini mengembangkan sistem aplikasi yang dikenal dengan sebutan Sistem Informasi Manajemen Keluaran (SIMKEL) yang dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Banjar juga memiliki program Ini Baru Banjar (IBRA) sebagai wadah yang dapat diimplementasikan dalam sebuah komunitas untuk peduli lingkungan dan kebersihan. Sistem ini juga menyediakan kursus Bahasa Inggris gratis bagi pemuda.

Selain itu, Kelurahan Banjar juga mengenmbangkan program LIBRA (Lumbung Informasi Bagi Warga) yang merupakan komunitas atau wadah masyarakat dengan membentuk rumah baca. Komunitas ini bertujuan sebagai wadah untuk menkreasi sampah dan wadah pendidikan non formal.

“Kelurahan Banjar memiliki keunikan, dengan sampah mereka bisa juara nasional,” ucapnya.

Kelurahan Banjar saat ini menjadi pusat bank sampah Provinsi NTB atau yang dikenal Bank Sampah NTB Mandiri. Komunitas ini memiliki peran untuk memilih dan memilah sampah organik dan non organik yang kemudian diolah menjadi barang yang bernilai jual.

Dengan prestasi tersebut, Desa Lingsar dan Kelurahan Banjar mendapat hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar 50 juta dari Kementerian Dalam negeri.

“Prestasi ini, menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lain di NTB untuk berionvasi membangun desa dan kelurahan,” tandasnya. ant