PON 2020 Papua

LOMBOKita – Komite Olahraga Nasional Indonesia Nusa Tenggara Barat menargetkan meraih 17 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional XX/Papua yang digelar pada 2020.

“Target tersebut bagi saya realistis karena melihat kualitas atlet-atlet kita saat ini,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Andi Hadianto, di Mataram, Senin.

Target PON 2020, kata dia, meningkat dibandingkan target pada PON 2016 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, sebanyak 15 medali emas, namun yang berhasil diraih 11 medali emas.

Dari 17 medali emas yang menjadi target, lima di antaranya dibidik dari cabang olahraga atletik atau paling banyak dari seluruh cabang olahraga yang akan diikuti NTB.

Ada juga target dari cabang olahraga tarung drajat, muay thai, karate, BMX, tinju dan pencak silat.

“Semua atlet yang kami targetkan mendapatkan medali emas sudah pernah menjadi juara pada PON, bahkan ada yang menjadi juara dunia,” ujar Hadianto yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI NTB periode 2017-2021 pada Sabtu (15/7).

Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya sudah melaksanakan program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung, yang dimulai sejak Januari 2017.

Program tersebut diikuti oleh 39 atlet dan 15 pelatih dari 13 cabang olahraga yang ditetapkan bersama pengurus provinsi cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota.

“Sejauh ini, program Pelatda Mayung berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB Kasdiono menegaskan akan memperjuangkan anggaran untuk pelaksanaan program Pelatda Mayung demi mencapai target 17 emas di PON 2020 di Papua.

“Sebagai anggota DPRD yang membidangi masalah olahraga, tentu saya berkewajiban memperjuangkan aspirasi para atlet agar mereka bisa memperoleh pelatihan yang maksimal,” kata mantan Ketua KONI NTB ini. ant

Komentar Anda