Oknum Kepala Sekolah di Loteng Dilaporkan ke Polisi, Diduga Tilep Dana PIP

200
kali tampilan.
Ismudiarta dan Rudy memperlihtkan data penerima dana PIP tahun 2018 dan surat Perjanjian / foto: Lalu Pangkat Ali
Loading...

LOMOKita – Seorang oknum Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah dilaporkan ke pihak berwajib oleh puluhan orang tua/wali murid karena diduga menggelapkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun pendidikan 2018.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Dana PIP yang diperuntukkan bagi murid untuk penunjang pendidikan ini diberikan untuk tahun 2017, 2018 dan 2019. Kecurigaan para wali murid ketika pembagian dana PIP untuk tahun 2017 dan 2019.

“Kami mulai curiga, kenapa hanya dua tahun yang dibagikan. Sesuai data, dana PIP yang sudah diberikan untuk tahun 2017 dan 2019. Kami tanyakan mana dana PIP tahun 2018,” kata Ismudiarta yang mewakili sejumlah orang tua/wali murid,” Rabu (17/3/2020) di Kopang.

Untuk memvalidasi data riil, Ismudiarta meminta print out data penerima PIP dari BRI setempat. Pihak BRI sendiri membenarkan kalau dana PIP sudah direalisasi total kepada penerima secara kolektif melalui kasek.

Anehnya, kata Ismudiarta, kok bisa dana PIP bisa cair, padahal semua buku tabungan dipegang murid sebagai penerima.

Loading...

“Usut punya usut, ternyata buku tabungan dikumpulkan secara kolektif dan digunakan untuk realisasi pencairan di BRI,” jelas Ismudiarta seraya menambahkan, kalau dana PIP tahun 2017 dan 2019 sudah dibagikan sebelumnya. Itu karena kita desak untuk dibagikan,” kata Ismudiarta.

Sementara wakil wali murid yang lain, Rudy menimpali, data penerima dana PIP tahun 2018 sebanyak 117 siswa. Per siswa mendapat jatah Rp.450 ribu, sehingga total dana PIP tahun 2018 yang dikelola Kasek sebanyak Rp. 52.650.000. Murid yang sudah menerima sebanyak 27 orang dengan total Rp.12.150.000.

“Kalau dihitung, 117 dikurangi 27, ada sisa sebanyak 90 murid yang belum menerima dana. Tapi menurut catatan dan pengakuan kasek, sisanya tinggal 36 siswa dengan nilai uang Rp.16.200.000,” rinci Rudy.

Setelah dilakukan mediasi dan klarifikasi, Rudy meminta bukti penerimaan sah ke 27 siswa. Namun kasek tidak memiliki data riil dan mengatakan, sisa yang belum dibagi sebanyak 36 orang. Tidak mengakui sisa sebanyak 90 orang.

Baik Ismudiarta dan Rudy akhirnya mengalah. Beralasan, itu karena unsur familiar. Tidak ingin kasus ini merebak, toh kasek juga warga Kopang. Akhirnya kasek setuju akan mengganti sisa sebanyak 36 orang dengan nilai 16.200.000.

“Kasek siap menganti dan sudah menandatangani surat perjanjian akan membayar sampai tanggal 1 Maret yang lalu,” kata Rudy.

Namun Rudi kian kesal, karena sampai berita ini dipublish, Kasek belum juga memberi sinyal untuk menepati janjinya. “Ya kita terpaksa harus laporkan,” lanjut Rudy.

Sementara pihak Kasek yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan, dirinya bersedia mengembalikan dana PIP, namun belum cukup nominalnya.

“Saya sedang mencari dan berusaha tapi saya mohon wali murid bersabar dulu,” keluh kasek sembari mengaku menerima kenyataan, harus berurusan dengan pihak berwajib, karena Ismudiarta dan Rudy, sudah terlanjur melaporkannya ke pihak Polres Loteng, Dinas Pendidikan, Kejaksaan dan Inspektorat. (lpa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.