Oknum Pengurus Korkab PKH Lotim Diduga Tilep Dana Bantuan ‎

1514
kali tampilan.

LOMBOKita – Oknum petugas koordinator kabupaten (Korkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Lombok Timur dengan inisial, PT diduga menilep dana bantuan PKH saat masih menjabat sebagai pendamping PKH di wilayah Kecamatan Montong Gading tahun 2017 lalu.

Dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah untuk disalurkan warga penerima bantuan PKH yang terdapat pada sembilan kelompok yang ada di wilayah kerjanya. Namun sampai menjadi pengurus korkab PKH kabupaten Lotim sejak tahun 2018 sampai saat ini belum dana itu belum diberikan kepada penerima bantuan yang berhak menerimanya.

Oknum Korkab PKH Kabupaten Lotim, PT saat dikonfirmasi mengaku tidak menampik hal tersebut,karena khilaf,akan tapi dirinya sudah membuatkan surat pernyataan akan menyelesaikan masalah ini dalam jangka waktu lima bulan.

Loading...

” Memang saya akui dan mengaku khilaf,” kata PT.

Sementara saat ditanya mengenai kemana uang itu digunakan, PT, tidak bisa memberikan penjelasan yang pasti mengenai arah penggunaan uang tersebut. Dengan sekali lagi mengaku khilaf atas apa yang diperbuatnya.

” Memang selaku manusia tidak luput dari khilaf,” ujarnya.

Ditempat terpisah Ketua Korkab PKH Lotim,H.Azwar saat dikonfirmasi mengaku memang sudah menerima laporan itu,sehingga tentunya sangat kami sayangkan dengan apa yang dilakukan oknum petugas Korkab Lotim tersebut.

Dengan masalahnya terjadi saat oknum yang bersangkutan menjadi sebagai pendamping PKH di wilayah kecamatan Montong Gading sekitar tahun 2017. Sebelum masuk menjadi pengurus korkab PKH Lotim tahun 2018 lalu.

” Sayang kami sayangkan kenapa terjadi masalah ini, akan tapi kasusnya sudah ditangani pihak Dinas Sosial Kabupaten dan Provinsi,” tegas H.Azwar.

Sementara Kabid Linjam KTKPM dan OT Dinas Sosial Lotim, H.Rifaan saat dikonfirmasi membenarkan adanya masalah terhadap dana bantuan PKH yang tidak disalurkan oleh oknum petugas korkab Lotim saat menjadi pendamping di wilayah kecamatan Montong Gading.

Dengan dari hasil monitoring dan investigasi dilapangan kalau oknum yang bersangkutan tidak menyalurkan bantuan PKH itu dalam empat tahap. Diantaranya ‎pada tahun 2017 penyaluran tahap 3 dan 4, dan tahun 2018 tahap 1 dan 2 tidak disalurkan.

” Jumlah uang yang belum disalurkan atau berikan kepada penerima bantuan PKH mencapai ratusan juta rupiah,” tegas Rifaan.

Selain itu, lanjut Rifaan,oknum petugas korkab PKH itu mengaku siap mengembalikan dengan membuat surat pernyataan untuk pengembalian. Bahkan sudah mengembalikan dengan caranya sendiri oknum tersebut.

Akan tetapi setelah dilakukan kroscek dengan kelompok PKH dan pesertanya ternyata nihil. Dalam artinya tidak pernah mengembalikan sesuai dengan pernyataannya

” Kami memberikan target pengembalian sampai Tanggal 7 Oktober 2018 agar bisa diselesaikan,akan tapi sampai sekarang belum diselesaikan sehingga perbuatan ini sungguh memalukan,” tandas Rifaan yang juga mantan Camat Suele ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.