Operasi Zebra 2019, Segini Surat Tilang Habis di Lombok Tengah

121
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Pelaksanaan Operasi Zebra Gatharin tahun 2019 di Kabupaten Lombok Tengah berakhir pada tanggal 05 November 2019.

Selama pelaksanaan operasi yang berlangsung selama 14 hari tersebut, angka pelanggaran cukup tinggi. Bahkan, melebihi angka tahun 2018 lalu.

“Kendaraan roda dua yang ditilang sebanyak 3,706 dan roda empat sebanyak 4,589,” kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santoso saat menggelar press conference di Mapolres setempat, Kamis (07/11/2019).

Perbandingan dengan tahun 2018 cukup tinggi. Tahun 2018 hanya 350 set tilang, sementara 2019 ini mencapai 4,200 set tilang

Angka tersebut, kata Kapolres, menunjukkan kesadaran masyarakat tertib berlalulintas di Lombok Tengah masih sangat rendah. Dan kecelakaan lalulintas pun cukup tinggi.

Pelanggaran lalulintas di kalangan anak dibawah umur dan pelajar yang terjaring selama pelaksanaan Operasi Zebra Gatharin 2019, menurut Kapolres Lombok Tengah, juga masih banyak, mencapai 20 persen.

Loading...

“Jenis pelanggaran yang dilakukan pun beragam, mulai dari kelengkapan diri dan kendaraan, kelebihan penumpang, melawan arus jalan hingga melanggar marka rambu lalulintas serta tanpa menggunakan helm dan sabuk pengaman,” jelas Kapolres didampingi sejumlah perwira jajaran Polres Lombok Tengah.

Kapolres Budi Santoso mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan upaya tertib berlalulintas secara berkelanjutan, meski diluar jadwal operasi.

“Kami akan konsisten melakukan penertiban, sehingga tertib berlalulintas itu benar-benar menjadi budaya di tengah-tengah masyarakat,” kata Kapolres.

Tertib berlalulintas, menurut Kapolres, selain untuk menjaga keselamatan diri sendiri, juga untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan lainnya.

Kabupaten Lombok Tengah yang kini sedang membangun infrastruktur pariwisata, lanjut Kapolres, menjadi pusat perhatian dunia, baik nasional maupun internasional.

Karena itu, masyarakat Lombok Tengah harus mampu menunjukkan kesadaran berlalulintas kepada wisatawan.

“Mari kita jadikan tertib lalu lintas ini sebagai budaya untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah ini. Kalau wisatawan merasa aman dan nyaman di jalanan, tentu mereka akan merasa betah tinggal lebih lama lagi,” imbuh Kapolres.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.