Wali Murid SDN 1 Selong Protes Imunisasi Campak dan Rubella

101
kali tampilan.

LOMBOKita – Sejumlah orang tua dan wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Selong Lombok Timur melakukan protes terhadap kegiatan imunisasi campak dan rubella.

Mereka mendatangi Kepala SDN 1 Selong, Titik Setiawati, Selasa (16|10).

Bahkan orang tua itu tidak memberikan anaknya untuk dilakukan imunisasi campak dan rubella. Karena dianggap berbahaya bagi kesehatan anak, apalagi dengan adanya indikasi vaksin yang digunakan untuk imunisasi campak dan rubela ditengarai mengandung enzim babi.

Sementara pada satu sisi pihak sekolah telah memberikan surat pernyataan untuk diisi, kemudian ditandatangani diatas materai 6000 orang tua wali murid, menerima atau menolak anaknya dilakukan imunisasi campak rubella.

“Kami datang bersama dengan orang tua wali murid yang lain ke SDN 1 Selong, untuk memprotes adanya surat pernyataan yang diberikan kepada siswa untuk diisi orang tua wali,” kata salah seorang wali murid, Juanda di ruang guru SDN 1 Selong.

Ia menuturkan dalam surat pernyataan itu orang tua wali diminta untuk mengisi lima alasan menerima dan menolak dilakukan imunisasi campak rubella pada anaknya di sekolah.

Bahkan tidak itu saja pernyataan itu yang orang tua wali tidak terima kalau di kemudian hari terjadi sesuatu terhadap anak saya (siswa,red) yang menimbulkan penularan terhadap teman-teman,baik itu di sekolah maupun di rumah saya (orang tua,red).

Maka saya (orang tua,red) akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap anak saya dan teman-teman anak saya serta tidak akan menuntut apapun jenisnya dari pihak sekolah.

“Masak orang tua semua yang bertanggungjawab, sedangkan pihak sekolah lepas tangan kalau mengacu dari isi surat pernyataan tersebut, ini tidak benar kalau seperti ini,” ujarnya.

“Kalau melihat pihak sekolah lainnya yang melaksanakan kegiatan yang sama tidak pernah membuat surat pernyataan seperti ini dan ini tentu sangat memberatkan orang tua wali,” keluh para orang tua wali.

Di tempat yang sama Kasek SDN 1 Selong,Titik Setiawati saat dikonfirmasi mengatakan surat pernyataan yang kami berikan kepada siswa untuk diberikan kepada orang tuanya agar isi dilakukan sebagai penguat kami di sekolah.

Apalagi komunikasi kami dengan orang tua siswa tentunya sangat kurang,termasuk mengenai masalah kegiatan imunisasi campak rubella yang dilakukan saat ini.

“Surat pernyataan ini kami buat sebagai penguat pihak sekolah saja,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Titik, pihak sekolah juga bukan untuk menakuti-nakuti orang tua maupun siswa dalam masalah ini.‎Apalagi kalau ada orang tua yang anaknya tidak mau di suntik imunisasi campak dan rubella tersebut.

Maka tentunya harus ada hitam diatas putih dengan tidak cukup hanya dengan kata-kata saja. Begitu juga pihak sekolah tidak memaksakan untuk melakukan tersebut.

” Kenapa orang tua tidak mau anaknya disuntik imunisasi campak rubella,maka tentu ada alasannya yang dituliskan di surat pernyataan yang diberikan,” jelasnya.

Sementara hasil pantauan media ini di SDN 1 Selong terlihat petugas pukesmas melakukan imunisasi campak rubella kepada siswa yang orang tuanya tidak keberatan anaknya dilakukan imunisasi campak tersebut. Meski diantara siswa ada yang menangis dan berteriak histeris karena takut dengan tajamnya jarum suntik tersebut.

Namun kegiatan imunisasi campak rubella berjalan lancar,dengan petugas bersama pihak guru berusaha menenangkan anak muridnya agar tidak takut pada jarum suntik tersebut.

Keterangan foto Siswa SDN 1 Selong sedang melaksanakan imunisasi campak dan rubella

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.