Palsukan Ijazah, Kades di KLU Masuk Bui

265
kali tampilan.
Ilustrasi ijazah palsu

LOMBOKita – Kepala Desa Sokong, Kabupaten Lombok Utara, Marianto ditahan oleh penyidik kepolisian di rumah tahanan (rutan) Polda NTB atas dugaan pemalsuan ijazah SMP.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP I Kadek Metria yang dihubungi wartawan di Mataram, Jumat, menjelaskan Marianto dalam kasus ini diduga melampirkan ijazah palsu saat proses pencalonannya sebagai kepala desa.

“Dalam kasus ini yang bersangkutan disangkakan dengan pidana Pasal 266 KUHP,” kata Kadek Metria.

Dia menjelaskan bahwa pidana yang mengatur tentang pemalsuan dokumen tersebut disangkakan terhadap Marianto yang belum lama terpilih sebagai Kades Sokong, berdasarkan alat bukti hasil penyelidikan.

Karena itu, terhitung sejak Jumat (6/4) penyidik kepolisian menetapkannya sebagai tersangka sekaligus menahan Marianto dengan tujuan untuk mengantisipasi melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Lebih lanjut, Kadek Metria mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejari Mataram melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Sebelumnya SPDP juga sudah kita serahkan ke pihak kejaksaan,” ujarnya.

Marianto diduga memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik dalam pencalonannya sebagai kades, berupa ijazah MTS Sunan Kalijaga Tanjung.

Tersangka diduga menyuruh pihak sekolah untuk membuat surat keterangan kehilangan ijazah pada Juli 2017 lalu.

Namun setelah dicek oleh penyidik kepolisian, pihak sekolah tidak menemukan ijazah atas nama Marianto yang dikeluarkan pada tahun ajaran 1998/1999.

Pihak sekolah kemudian membuat surat rekomendasi kehilangan ijazah, yang belakangan membatalkan penerbitan surat tersebut.

Begitu juga dengan informasi dari Kantor Kementerian Agama Lombok Utara yang tidak menemukan ijazah atas nama Marianto dalam daftar peserta ujian tahun ajaran 1999/2000.

Hasil itu juga diperkuat dengan data dari Dikbud Lombok Barat yang bertindak sebagai penyelenggara ujian di tahun tersebut.

Dalam keterangannya, Marianto disebut tidak pernah ikut ujian SMP. Di MTS tersebut Marianto hanya bersekolah sampai kelas 1.