Pandemi Covid-19 Mengakibatkan Ekonomi Melemah dan Pengangguran Bertambah

Ditulis oleh Perdi Gunawan, mahasiswa Prodi Sosiologi Universitas Mataram

64
kali tampilan.
Loading...

Pandemi COVID-19 , juga dikenal sebagai pandemi coronavirus , adalah pandemi penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang sedang berlangsung yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut parah, coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Cina. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah sebagai Kesehatan Masyarakat Darurat Masalah Internasional pada Januari 2020 dan pandemi pada Maret 2020.Pada 12 Desember 2020, lebih dari 71 juta kasus telah dikonfirmasi, dengan lebih dari 1,59 juta kematian dikaitkan dengan COVID-19.

Pandemi telah menyebabkan gangguan sosial dan ekonomi global, termasuk resesi global terbesar sejak Depresi Hebat . Ini telah menyebabkan penundaan atau pembatalan acara, kekurangan pasokan yang meluas diperburuk oleh pembelian panik, gangguan pertanian dan kekurangan makanan, dan penurunan emisi polutan dan gas rumah kaca . Institusi pendidikan telah ditutup sebagian atau seluruhnya . Misinformasi telah beredar melalui media sosial dan media massa. Ada insiden xenofobia dan diskriminasi terhadap orang – orang China dan terhadap mereka yang dianggap sebagai orang China atau berasal dari daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi. Nusa Tenggara Barat (NTB) Total kasus 4.950 Sembuh 4.123 Meninggal dunia 252, Indonesia Total kasus 599 rb Sembuh 492 rb Meninggal dunia 18.336.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 masih sulit dicapai. Hal tersebut disampaikan Ma’ruf saat memberi pembekalan kepada alumni PPRA 60 dan 61 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Indonesia secara daring, Selasa (13/10/2020).

“Pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 saat ini tampaknya masih sulit untuk dicapai,” kata Ma’ruf. Ma’ruf mengatakan, kapasitas produksi , tingkat konsumsi dan investasi terus menurun serta melemah. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga hampir di seluruh dunia. “Beban perekonomian yang ditimbulkan oleh pandemi ini dirasakan sangat berat, baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” kata dia.

Ma’ruf menuturkan, hingga kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat negatif 5,32 persen. Pemerintah pun telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 pada kisaran -2,9 persen hingga -1,1 persen. Angka tersebut, kata Ma’ruf, lebih dalam jika dibandingkan dengan proyeksi awal sebesar minus 2,1 persen hingga 0 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 diperkirakan minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen, yang merupakan revisi dari proyeksi sebelumnya 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel
Loading...

“Namun pemerintah terus mengupayakan agar pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 tidak kembali negatif, sehingga keseluruhan pertumbuhan tahun 2020 tidak mengalami kontraksi yang terlalu dalam,” ucap Ma’ruf. Selain itu, dalam penanganan kesehatan, pada masa tanggap darurat pandemi pemerintah memfokuskan anggaran untuk melakukan pemeriksaan bagi suspek Covid-19, peningkatan kapasitas rumah sakit, dan memastikan ketersediaan obat serta alat-alat kesehatan. Bahkan, kata Ma’ruf, secara simultan pemerintah bersama otoritas moneter dan jasa keuangan menerbitkan sejumlah kebijakan fiskal, moneter dan pengaturan jasa keuangan. Hal tersebut dilakukan untuk menangani dampak pandemi, melindungi ekonomi masyarakat, serta mendukung dunia usaha.

Pandemi virus corona (covid-19) menyebabkan tingkat pengangguran di indonesia mengalami lonjakan. Sebab, kegiatan ekonomi banyak yang mandeg akibat dilakukan pembatasan sosial untuk menekan persebaran virus. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pun memaparkan, di Indonesia jumlah angka pengangguran meningkat 3,7 juta orang akibat pandemi. Jumlah pengangguran di Indonesia bertambah sebanyak 2,67 juta orang. Penambahan itu merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Total pengangguran yang awalnya 7,1 juta orang menjadi 9,77 juta orang. Pemerintah memproyeksikan tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan di Indonesia akan melonjak tinggi akibat dari pandemi Covid-19 pada akhir 2020.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan tingkat pengangguran terbuka yang sebesar 4,2 persen akan mencapai 9,2 persen pada tahun ini. Di samping itu, tingkat kemiskinan akibat pandemi Covid 19 juga akan meningkat pada kisaran dua digit, yaitu sebesar 9,7 hingga 10,2 persen.

Saya sebagai penulis mengamati dan bahkan melihat fenomena pengangguran ini memang sangat amat buruk yang disebabkan oleh pandemi covid 19 yang akan membawa dampak buruk bagi masyarakat. Bukan hanya masyarakat kelas bawah saja yang menjadi korban dari pandemic saat ini, semua secara keseluruhan para pengusaha dalam berbagai bidang dan juga pengerajin gerabah, kayu dan lainnya mengalami kesulitan dalam memproduksi barang barangnya sehingga menyebabkan kerugian.

Ambil contoh di desa saya Pancor Dayan Masjid, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Angka pengangguran di desa saya tinggi karena dampak dari pandemi sebelum maraknya wabah covid 19 ini para pekerja baik itu yang buruh harian maupun buruh pasar dan para pengusaha. lancar dalam mencari nafkah untuk keberlangungan hidup. Masuknya covid 19 ini, membuat para buruh merasakan susahnya mendapatkan uang dan sulit mendapatkan pekerjaan kembali karena banyaknya aturan baru mengenai ganasnya virus tersebut. Menurut (Hans Garth dan C. Wright Mills) sudut pandang dari teori perubahan sosial yakni perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi baik kemunculan, perkembangan, bahkan kemunduran, dalam kurun waktu tertentu terhadap tatanan yang meliputi struktur sosial. Maka dari itu masyarakat harus mampu menyikapi segala perubahan yang terjadi saat ini karena akibat dari pandemic covid 19, segala perubahan baik itu dari nilai nilai, sikap, dan pola perilaku.

Adapun dampak pengangguran yang tidak bisa kita hindari seperti tindak kejahatan atau kriminalitas merajalela (begal, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan), bahkan yang sangat disayangkan bagi mereka yang kelas bawah perekonomiannya sehingga menjadi pengangguran membuat berbagai macam cara agar bisa mendapatkan uang karena terdesak oleh pandemic. Seperti halnya ada kejadian kasus di desa saya yaitu tertangkap oleh pihak kepolisian karena terjerat narkotika sebagai pengedarnya, saya sebagai penulis miris sekali akan hal kejadian tersebut, kita tidak bisa menyalahkan siapapun karena kondisi pandemic yang sekarang saat ini masih kita alami itu membuat mereka para pengangguran tergiur melakukan hal tersebut karena cepat menghasilkan uang banyak tanpa mereka sadari apa dampak bagi mereka dan sekitarnya.

Saya juga mengkaitkan hal ini dengan teori sosiologi yaitu teori konflik sosial, Teori konflik menurut Karl Marx menekankan tindakan menyimpang yang terjadi pada suatu masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan kelas sosial. Perbedaan kelas menyebabkan adanya keterasingan yang mendorong individu untuk melakukan suatu tindakan menyimpang.

Konflik kelas sosial, jenis lainnya penerapan dalam kajian teori konflik sebagai akibat kelompok menciptakan peraturan sendiri untuk melindungi kepentingannya. Pada kondisi ini terjadi eksploitasi yang berlawanan antara masyarakat kelas atas kepada masyarakat yang berada kelas bawah. Kedua masyarakat dalam kelas sosial akan berupa mendapatkan serta menetang hak-hak istimewa kelas. Peraturan peraturan itu terkadang juga membuat masyarakat merasa terkena karena keadaan, sehingga mereka para pengangguran menghalalkan berbagai cara. Saran saya sebagai penulis, saya harap pemerintah dan jajarannya sesegera mungkin melakukan kebijakan akan hal ini karena jika dibiarkan terus menerus mau dimana kemana bangsa ini apalagi para pemuda penerus bangsa diberikan arahan atau acuan sebgai pedoman kelak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.