PB HMI – KAHMI NTB Bantu Korban Gempa KLU

65
kali tampilan.

LOMBOKita – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bersama Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Provinsi Nusa Tenggara Barat (MW KAHMI NTB), menyalurkan bantuan korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (31/7).

Didampingi salah seorang tokoh masyarakat setempat, Itratip Al Bayani, bantuan yang disalurkan tersebut antara lain berupa selimut, terpal, tikar, sarung, susu kemasan, dan biskuit.  Bantuan diserahkan terimakan kepada Kepala Dusun Lendang Mamben Desa Anyar Kecamatan Bayan Lombok Utara untuk diteruskan kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Di hadapan warga, Sekretaris Umum MW KAHMI NTB, M. Zakiy Mubarok, mengungkapkan turut prihatin dan berduka. Dan diiringi doa semoga keadaan segera kembali normal seperti hari-hari biasa sebelum kejadian gempa beberapa waktu lalu agar dapat beraktivitas kembali seperti layaknya.

Zakiy Mubarok mengatakan, bantuan yang disalurkan tersebut adalah hasil dari urunan keluarga besar HMI – KAHMI NTB serta dari PB HMI. Diakuinya, jumlah bantuan yang disalurkan tentu tidak sebanding dengan besarnya ujian yang diterima oleh warga terdampak gempa. Namun demikian, dia berharap, sekecil apapun itu bantuan tersebut dapat turut meringankan beban warga.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB HMI, Arya Kharisma, mengatakan, HMI di seluruh Indonesia turut berduka. Diungkapkan, bantuan yang disalurkan tersebut merupakan dana ummat. Karena dana ummat maka kembalinya juga ke ummat. Sambil berharap, bantuan tersebut bermakna untuk mengurangi beban warga yang terkena dampak akibat gempa yang terjadi belum lama ini.

Arya Kharisma juga menyampaikan salam Ketua Umum PB HMI, Sadam Al Jihad, yang sehari sebelumnya menyempatkan diri menyerahkan bantuan melalui Ketua Umum HMI Cabang Mataran, Lalu Kusuma Dedi Wijaya. Namun dikarenakan harus melaksanakan tugas organisasi ke Maroko, Sadam Al Jihad tidak dapat menemani melihat korban gempa.

Hingga berita ini dimuat, warga masih banyak yang memilih tidur di halaman rumahnya atau di tempat terbuka sebagai penampungan yang disediakan khusus baik oleh pemerintah maupun atas inisiatif warga. Mereka khawatir terjadinya gempa susulan.

Untuk informasi, gempa yang terjadi beberapa waktu lalu telah memakan korban jiwa meninggal dan cedera fisik serta rusaknya rumah-rumah warga.