PDIP Disebut Antek PKI, Kader Bilang Itu Fitnah Musiman Jelang Pilpres

142
kali tampilan.
Kader PDIP Lombok Timur Muhammad Fahrurrozi / Ist

LOMBOKita – Salah seorang politisi PDIP Lombok Timur Muhammad Fahrurrozi menilai, selama ini partai berlambang Kepala Banteng itu kerap mendapat “hujan” fitnah jelang pelaksanaan pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif.

“PDIP selalu dikait-kaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), namun tidak satu pun bukti atas tuduhan itu,” kata Muhammad Fahrurrozi kepada LOMBOKita di Selong, Selasa (4/9/2018).

Padahal, kata mantan aktivis ini, jika PDIP terbukti membawa misi PKI, sudah pasti dibubarkan sejak lama karena bertentangan dengan konstitusi, yang telah diatur dalam UUD 1945.

Tidak itu saja, Muhammad Fahrurrozi yang kerap dipanggil Ojik ini mengatakan, isu miring lainnya yang kerap disandangkan dengan PDIP misalnya isu-isu agama. PDIP dianggap antiagama Islam bahkan Ketua DPP juga dikatakan bukan orang muslim, PDIP melarang orang azan dan akan membubarkan pondok-pondok pesantren.

“Apa benar putri Peresiden pertama Republik Indonesia yang diketahui sangat dekat dengan para kiyai dikatakan anti Islam?,” pungkas Muh Fahrurrozi.


Berita lainnya baca:

Diakuinya Fahrurrozi, Ketua Umum PDIP Hj. Megawati Soekarno Putri yang dikenal sebagai politisi tidak terlalu menonjolkan diri di bidang keagamaan, tapi Megawati itu beragama Islam. Sejarah bangsa Indonesia, katanya, mampu keluar dari penjajahan diperoleh melalui perjuangan para pahlawan yang bukan hanya beragama Islam, tapi juga agama nonmuslim lainnya.

Kader PDIP Lombok Timur yang masih berusia muda ini juga mengajak seluruh kompetitor politisi agar melakoni perhelatan politik secara sehat dan santun demi tetap menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai pembelajaran kedewasaan berpolitik di tengah-tengah masyarakat.

“Kita hendaknya jangan mewarisi tradisi politik yang buruk kepada genarasi penerus bangsa ini,” tegas Fahrurrozi yang kini mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif daerah pemilihan 1 Lombok Timur.

Pengaruh dari fitnah yang sering menyasar ke PDIP itu, lanjut Fahrurrozi, akan menjadi preseden buruk bagi Indonesia yang menganut sistem demokrasi. Bahkan, masyarakat akan pesimis mewujudkan Indonesia menjadi government of the people, by the people and for the people (Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat).

“Saya menganggap itu fitnah musiman yang keluar jelang pilpres dan pilkada,” cetus Oji.

Baca juga: Baguna PDIP: Pengungsi Lombok Utara Butuhkan Air Bersih

Fitnah yang baru-baru ini marak menimpa kader PDIP, kata Fahrurrozi, yakni musibah gempa Lombok yang dikaitkan dengan kedatangan Presiden RI Joko Widodo yang kebetulan sedang meninjau proyek nasional di pulau Sumbawa beberapa waktu lalu.

Bahkan, tuduhan lebih lucu lagi yang mengaitkan terjadinya musibah gempa Lombok sebagai teguran terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB HM Zainul Majdi yang mengarahkan dukungan kepada Jokowi pada pilres 2019 mendatang.

“Itu bentuk pemikiran yang keliru. Kita tidak bisa menyimpulkan kalau itu akibat dukungan politik TGB. Beda pilihan itu biasa, tetapi jangan sampai menyebar fitnah kepada masyarakat,” ujar Fahrurrozi.