LOMBKIta – Pelatih sekaligus manajer PB Djarum, Fung Permadi, mengimbau para atlet belia Muslim Indonesia untuk tidak meninggalkan puasa Ramadhan di tengah padatnya aktivitas bulu tangkis. Mantan anggota tim Thomas Indonesia ini mengatakan, puasa sama sekali bukan halangan untuk berprestasi di dunia bulu tangkis.

Fung mencontohkan yang terjadi di asrama PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah. Menurut Fung, ratusan anak didik di PB Djarum punya pola latihan tersendiri untuk menyiasati puasa Ramadhan.

Fung mengatakan, PB Djarum hanya menukar porsi latihan berat yang awalnya pada waktu siang ke malam. Dengan demikian, fisik tetap terkontrol dan puasa pun lancar berjalan.

“Latihan yang berat pas malam, pagi atau siang juga tetap latihan tapi ringan. Pas tanding tetap puasa juga tidak apa-apa, bisa dipersiapkan stamina sejak dini hari,” kata Fung di GOR Arie Lasut, Senin (7/5).

Pelatih yang lahir di Purwokerto 50 tahun silam ini mengatakan, puasa memang memberikan dampak pada asupan nutrisi. Gizi dan protein yang seharusnya masuk dari pagi hingga sore, harus ditunda hingga waktunya berbuka puasa. Namun, Fung menjamin hal tersebut tak akan ada pengaruhnya ke fisik atlet.

Menurut Fung, menjalankan satu bulan puasa Ramadhan tidak pernah membuat kebugaran seorang atlet bulu tangkis menurun. Untuk itulah Fung berharap atlet-atlet muda muslim jangan sampai memulai karier dengan meninggalkan puasa Ramadhan. Hal itu dicemaskan akan menjadi kebiasaan ketika dewasa.

“Prinsipnya jangan sampai ganggu ibadah. Dari sudut agama kan puasa pun tetap harus aktivitas, jangan malah jadi merasa terhalangi,” kata Fung.